PENYEBARAN PENYAKIT MELALUI ANGIN

P E N D A H U L U A N

Latar Belakang

Penyebaran inokulum penyakit tumbuhan merupakan hal yang paling penting, karena inokulum dapat menyebar, tumbuh, dan berkembang ke daerah-daerah yang jauh tempatnya dari sumber inokulum. Inokulum dapat menyebar secara aktif dan pasif. Penyebaran secara pasif ini sangat tergantung pada pembawanya, tapi cara ini lebih efektif menyebarkan inokulum hingga jauh jaraknya. Agen-agen pembawa ini dapat berupa air, angin, manusia, hewan, bahan tanaman itu sendiri atau agen-agen lainnya. Misalnya penyebaran jamur. Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oeh angin.

Oleh karena itu, praktikum penyebaran penyakit tumbuhan oleh angin ini sangat perlu dan penting dilakukan agar .kita bisa membuktikan apakah benar pernyataan teori tersebut atau untuk memperkuat argumen kita.

Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mengamati peranan agen penyebar jamur parasit tumbuhan, serta untuk mengamati dan mendeskripsikan gejala yang ditimbulkan.

T I N J A U A N    P U S T A K A

Penyebaran inokulum penyakit tumbuhan merupakan hal yang paling penting, karena inokulum dapat menyebar, tumbuh, dan berkembang ke daerah-daerah yang jauh tempatnya dari sumber inokulum. Inokulum dapat menyebar secara aktif dan pasif. Penyebaran secara aktif terjadi karena adanya aktivitas individu, sedangkan secara pasif ini tergantung pada pembawanya. Salah satu agen pembawa sehingga terjadi penyebaran secara pasif adalah angin (Anonim, 1995).

Angin ini mempengaruhi penyakit infeksi pada tanaman terutama melalui peningkatan penyebaran patogen tanaman dan jumlah luka pada tanaman inang dan dalam jumlah yang lebih kecil dapat mempercepat pengeringan permukaan tanaman yang basah. Kebanyakan penyakit tanaman yang menyebar secara cepat dan diasumsikan mempunyai proporsi epidemik yang besar yang disebabkan oleh patogen jamur, bakteri, dan virus disebabkan oleh angin baik secara langsung atau tidak langsung melalui vektor yang dapat terbawa dalam jarak jauh oleh angin. Angin juga dapat menyebabkan permukaan tanaman terluka karena hembusan kerasnya atau karena saling bersinggungan antar tanaman atau melalui pasir yang diterbangkan dan hal ini memungkinkan terjadinya infeksi (Abadi, 2003).

Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oleh angin, karena jamur membentuk dan membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tidak terhitung, mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali, sehingga mudah diangkut oleh angin dalam jarak jauh. Meskipun spora-spora jamur pada umumnya terdapat dalam lapisan udara di dekat tanah, di lapisan udara yang tingginya ribuan meter pun masih terdapat spora (Semangun, 2001).

Penyebaran sebagian besar jamur patogenik tumbuhan dari suatu tumbuhan yang sama bergantung pada kesempatan penyebaran oleh agensia-agensia seperti angin, air, burung, serangga, hewan lain serta manusia. Jamur terutama disebarkan dalam bentuk spora, penyebaran spora pada hampir semua jamur berlangsung secara pasif, walaupun awal pelepasannya pada beberapa jenis jamur dibantu oleh tekanan. Jauhnya spora tersebar bervariasi yang tergantung pada agensia penyebarannya. Angin mungkin agensia penyebaran spora yang paling penting dari sebagian besar jenis jamur, serta angin dapat membawa spora dengan jarak yang jauh (Yunasfi, 2002).

P E L A K S A N A A N   P R A K T I K U M

Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 5 Mei 2009 jam 13.30-selesai di Laboratorium Proteksi Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

Alat dan Bahan Praktikum

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah gelas benda, kipas angin, mikroskop, dan daun anggur yang terinfeksi.

Prosedur Kerja

Adapun cara kerja yang telah dilakukan sebagai berikut  :

  1. Dibersihkan gelas benda tersebut dan dioleskan vaseline pada salah satu sisi gelas benda tersebut, kemudian ditipiskan dengan menggunakan gelas benda.
  2. Gelas benda diletakkan dengan interval jarak 1 m antara satu sama lainnya.
  3. Diambil kipas angin dan diletakkan menghadap ke arah barisan gelas benda tersebut.
  4. Diambil daun anggur tersebut dan dipegang tepat di depan kipas angin, kemudian kipas angin dihidupkan dengan putaran rendah, sedang, dan tinggi, masing-masing selama 5 menit.
  5. Dihentikan kipas angin dan diamati spora-spora yang jatuh dan tertangkap pada gelas benda.
  6. Dihitung jumlah sporanya dengan 5 bidang pandang dan dibandingkan antara jarak yang satu dengan yang lainnya.

H A S I L  P E N G A M A T A N

Tabel  Pengamatan Rata-rata Spora yang Tertangkap Gelas Benda :

Kecepatan Waktu (menit ke-) 1 2 3 4
I 5 menit 8 9 8 9 8 23 15 16
II 5 menit 7 7 8 10 12 8 8 10

P E M B A H A S A N

Angin ini mempengaruhi penyakit infeksi pada tanaman terutama melalui peningkatan penyebaran patogen tanaman dan jumlah luka pada tanaman inang dan dalam jumlah yang lebih kecil dapat mempercepat pengeringan permukaan tanaman yang basah. Kebanyakan penyakit tanaman yang menyebar secara cepat dan diasumsikan mempunyai proporsi epidemik yang besar yang disebabkan oleh patogen jamur, bakteri, dan virus disebabkan oleh angin baik secara langsung atau tidak langsung melalui vektor yang dapat terbawa dalam jarak jauh oleh angin. Angin juga dapat menyebabkan permukaan tanaman terluka karena hembusan kerasnya atau karena saling bersinggungan antar tanaman atau melalui pasir yang diterbangkan dan hal ini memungkinkan terjadinya infeksi.

Banyak jamur parasit yang penyebarannya terutama dilakukan oleh angin karena jamur membentuk dan membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tidak terhitung, mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali sehingga mudah diangkut oleh angin dalam jarak jauh. Meskipun spora-spora jamur pada umumnya terdapat dalam kapisan udara di dekat tanah, di lapisan udara yang paling tingginya ribuan m pun masih terdapat spora. Pada kenyataannya penyakit tertentu hanya dapat disebarkan oleh angin pada jarak pendek, bahkan sering sangat pendek.  Pada umumnya spora akan mati karena kekeringan dan sinar matahari pada waktu disebarkan jarak jauh itu, sedangkan pada waktu mengendap tidak tepat jatuh pada tumbuhan atau bagian yang yang rentan.

Berdasarkan pengamatan tersebut, kecepatan I lebih banyak jumlah sporanya daripada kecepatan II. Dimana, semakin jauh jaraknya semakin banyak sporanya. Seharusnya, semakin besar kecepatannya maka sporanya semakin banyak sehingga spora yang banyak itu ada pada jarak yang lebih jauh lagi atau tak terhingga karena spora jamur ini sangat ringan dan kecil. Sedangkan pada pengamatan kedua jarak ketiga pada kecepatan I itu, jumlah sporanya terbanyak. Hal itu terjadi karena kesalahan pengamatan, seharusnya pada jarak terjauh itu semakin banyak sporanya. Oleh karena itu, semakin cepat anginnya maka spora yang akan tersebar pun akan semakin jauh keberadaannya.

K E S I M P U L A N

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Semakin jauh jaraknya maka jumlah sporanya semakin banyak karena sporanya ringan.
  2. Pada jarak ke-3, terdapat spora yang lebih banyak daripada yang lain. Hal ini terjadi karena kesalahan pengamatan.
  3. Semakin cepat anginnya, maka semakin jauh letak sporanya dan jumlah spora yang banyak di tempat tak terhingga.
  4. Spora akan mati karena kekeringan dan sinar matahari pada waktu disebarkan jarak jauh itu, sedangkan pada waktu mengendap tidak tepat jatuh pada tumbuhan atau bagian yang yang rentan

.

D A F T A R   P U S T A K A

Abadi, A.L., 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Bayumedia Publishing. Malang.

Anonim, 1995. Penuntun Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan. Faperta Unram. Mataram.

Semangun, H., 2001. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Yunasfi, 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit dan Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur. http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan_yusnafi.pdf.  4 Juni 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s