PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA

A. Latar Belakang

Setelah memburuknya situasi keamanan dan hak asasi di timor timur pasca jejak pendapat tahun 1999 Dewan Kemanan PBB (DK PBB) kemudian mengeluarkan resolusi nomor 1264 tahun 1999 yang isinya mengecam pelanggaran berat hak asasi manusia yang terjadi pasca jajak pendapat di timor timur, penyerangan terhadap personil kemanusiaan  nasional dan internasional, dan menderitanya rakyat sipil akibat pemindahan paksa secara besar-besaran. Oleh karna itu DK PBB meminta para pelaku pelanggaran berat hak asasi manusia tersebut mempertanggungjawabkan tindakannya dimuka pengadilan.

Menyikapi resolusi DK PBB tersebut yang merukan bentuk desakan dunia internasional dan demi untuk melindungi kepentingan nasional yg lebih besar lg, pemerintah Indonesia akhirnya setuju untuk membentuk pengadilan hak asasi manusia dengan mengundangkan undang-undang nomor 26 tahun 2000tanggal 23 november 2000 tentang pengadilan hak asasi manusia sebagai pengganti PERPU no 1 tahun 1999tentang pengadilan HAM karena PERPU ini oleh DPR dianggap tidak memadai sehingga tidak di setujui sebagai undang-undang. Pendirian pengadilan HAM ini merupakan pelaksanaan dari pasal 104 paragrap (1) undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

B. Pengadilan Hak Asasi Manusia berdasarkan Undang-Undang 26 Tahun 2000

Pengadilan hak asasi manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran berat hak asasi manusia. Definisi pelanggaran berat hak asasi manusia dapat dilihat dalam penjelasan pasal 104 undang-undang nomor 39 tahun 1999 yang menyatakan bahwa pelanggaran berat hak asasi manusia adalah:

“pembunuhan masal (genocide), pembunuhan sewenang-wenang atau diluar putusan pengadilan (arbitrary/extra judicial killing), penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan, atau deskriminisasi yang dilakukan secara sistematis(sistematys descriminition).”

Undang-undang nomor 26 tahun 2000 sendiri tidak mendefinisikan pengertian istilah “pelanggaran berat hak asasi manusia” melainkan hanya menyebut katagori kejahatan yang merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia, yakni: kejahatan terhadap manusia dan kejahatan genosida.

Yang dimaksud dengan kejahatan genosida adalah:

“setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksuk untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bsngsa, ras, kelompok etnis dan kelompok agama, dengan cara:

  1. membunuh anggota kelompok;
  2. mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok;
  3. menciptakan kondisis kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagian;
  4. memaksa tindakan-tindakan yang bertujuan memaksakan kelahiran didalam kelompok; dan
  5. memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.”

Selanjutnya, yang dimaksud dengan kejahatan terhadap kemnusiaan adalah :

“salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas dan sistematik yang diketahui bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa :

  1. pembunuhan;
  2. pemusnahan;
  3. perbudakan;
  4. pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa;
  5. perampasan kemedekaan atauperampasan secara fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar asas-asas ketntuan pokok hokum internasional;
  6. penyiksaan;
  7. perkosaan, perbudakan seksual, pelacur secara paksa,atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;
  8. penganiayaan suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama , jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hokum internasional;
  9. penghilangan orang secara paksa; atau
  10. kejahatan apartheid.”

Definisi kedua jenis kejahatan diatas merupakan pengapdosian dari kejahatan yang merupakan yurisdiksi Internasional Criminal Court (ICC) seperti diatur dalam pasal 6 dan 7 statuta roma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s