TEKNIK PER UNDANG-UNDANGAN

ISTILAH PERAT.PER UU
DLM LITERATUR/NASKAH PERAT. PER UU DIGUNAKAN BERBAGAI ISTILAH SEPERTI:
 PERUNDANGAN;
 PERUNDANG-UNDANGAN;
 PERATURAN PERUNDANGAN;
 PERATURAN NEGARA.
DLM BHS BELANDA DIGUNAKAN ISTILAH:
 WET;
 WETGEVING;
 WETTELIJKE REGELINGEN
ISTILAH PER UU:BERASAL DR KT “UU” YG MENUJUK KPD JENIS/PERAT.YG DIBUAT OLEH NEG.


MENRT MARIA FIS : ISTILAH PER UU (LEGISLATON,WETGEVING, ATAU GESETZGEBUNG) MEMPUNYAI 2 PENGERTIAN YG BERBEDA :
1. MERPKAN PROSES PEMBTKAN/MEMBTK PERAT.-PERAT. NEG. BAIK D TK PST MAUPUN DI TK DAERAH.
2. ADLH SEGALA PERAT. NEG. YG MERPKAN HSL PEMBTKAN PERAT-PERAT. BAIK DI TK PUSAT MAUPUN DI TK DAERAH
PENGERTIAN PERAT. PER UU:
PJP TAK : PERAT.PER UU (UU DLM ARTI MATERIL) ADLH SETIAP KEPUTS. TERTULIS YG DIKELUARKAN PEJABAT BERWNG YG BERISI ATURAN. TINGKAH LAKU YG BERSIFAT &MENGIKAT SECARA UMUM.
BAGIR MANAN&KUNTANA MAGNAR : PERAT.PERUU ADLH SETIAP PUTUSAN YG DIBUAT, DITETAPKAN/ DIKELUARKAN OLEH LEMBAGA/PEJABAT NEG. YG MEMPUNYAI (MENJLNKAN) FUNGSI LEGISLATIF SESUAI DG TATA CARA YG BERLAKU.

A.HAMID S.ATTAMIMI :
I. PERAT.PERUU ADLH PERAT. NEG. DI TK PST/DAERAH YG DIBTK BERDSR KEWENANGAN PER UU BAIK BERSIFAT ATRIBUSI MAUPUN DELEGASI.
II. PERAT.PER UU ADLH SEMUA AT.HK YG DIBTK OLEH SEMUA TK LEMBAGA DLM BTK TERTENTU DG PROSEDUR TERTENTU,BIASANYA DISERTAI SANKSI/BERLK UMUM SERTA MENGIKAT RAKYAT.
T J BUYS :PERAT. PERUU ADLH PERAT-PERAT. YG MENGIKAT SECARA UMUM.
LOGEMANN:PERAT. PERUU ADLH PERAT.-PERAT. YG MENGIKAT SECARA UMUM& BERLAKU KELUAR (DITUJUKAN KPD MASY.UMUM).
UU NO. 5 TH 1986 TTG PERATUN: PERAT. PERUU ADLH SEMUA PERAT.YG BERSIFAT MENGIKAT SECARA UMUM YG DIKELUARKAN OLEH BDN PERWKLAN RAKYAT BERSAMA PEMERINTAH,BAIK DI TK PST MAUPUN DIDAERAH SERTA SEMUA KEPUTS.BDN ATAU PEJABAT TUN BAIK DI TK PST MAUPUN DIDAERAH YG JUGA BERSFT MENGIKAT SECARA UMUM.
SIFAT/CIRI-CIRI SUATU PERAT. PER UU :
1. BERUPA KEPUTS. TERTULIS YG MEMPUNYAI BTK/FORMAT TERTENTU.
2. DIBTK/DITETAPKAN&DIKELUARKAN OLEH PEJABAT YG BERWNG BAIK DIPST MAUPUN DI DRH.
3. BERISI AT.POLA TINGKAH LAKU YG BERSIFAT MENGATUR BUKAN EINMAHLIG.
4. MENGIKAT SECARA UMUM TDK BERSIFAT INDIVIDUAL.
NORMA HUKUM
CIRI NORMA HUKUM:
1. ADA PAKSAAN DR LUAR YG BERWUJUD ANCAMAN HK BG PELANGGARNYA. BERP SANKSI FISIK YG DPT DIPAKSAKAN OLEH ALAT NEG.
2. BERSIFAT UMUM (BERLAKU BAGI SIAPA SAJA ).
ISI NORMA HUKUM:
1. SURUHAN.(GEBOD).
2. LARANGAN (VERBOD).
3. KEBOLEHAN (MOGEN).
SIFAT NORMA HK ( A.HAMID S. ATTAMIMI):
1. PERINTAH(GEBOD).
2. LARANGAN (VERBOD).
3. PENGIZINAN (TOESTEMMING).
4. PEMBEBASAN (VRIJSTELLING).
PURNADI PURBACARAKA &
SOERJONO SOEKANTO
1. IMPERATIF (BERP PERINTAH YG SECARA APRIORI HRS DITAATI BAIK BERP SURUHAN MAUPUN LARANGAN).
2. FAKULTATIF (TDK SECARA APRIORI MENGIKAT ATAU WAJIB DIPATUHI.
NORMA HK UMUM&NORMA HK INDIVIDUAL
NORMA HK UMUM:
SUATU NORMA HK YG DITUJUKAN UTK ORG BANYAK (ADRESSATNYA UMUM) DAN TDK TERTENTU.

CONTOH : – BARANG SIAPA;
– SETIAP ORG;
– SETIAP WN
NORMA HK INDIVIDUAL :
DITUJUKAN PD SESEORG,BBRP ORG ATAU BANYAK ORG YG TLH TERTENTU
CONTOH:
-ALI YG BERTEMPAT TINGGAL DIJLN MAWAR NO.3 MTR.
-PARA PEDAGANG YG BERJUALAN DIPASAR CAKRA MTR.
NORMA HK ABSTRAK&NORMA HK KONKRET
NORMA HK ABSTRAK:
SUATU NORMA HK YG MELHT PD PERBUATAN SESEORG YG TDK ADA BATASNYA (TDK KONKRET).
CONTOH: – MENCURI;
– MEMBUNUH
– MENEBANG POHON DSB.
NORMA HUKUM KONKRET
MELHT PERBTN SESEORG ITU LBH NYATA (KONKRET).
CONTOH : – MEMBUNUH SI BADU DG PARANG.
DARI NORMA-NORMA HK DIATAS DIDPTKAN 4 KOMBINASI NORMA HUKUM:
1. NORMA HK. UMUM – ABSTRAK.
2. NORMA HK. UMUM – KONKRET.
3. NORMA HK. INDIVIDUAL- ABSTRAK.
4. NORMA HK. INDIVIDUAL – KONKRET.
NORMA HK UMUM – ABSTRAK:
SUATU NORMA HK YG ADRESSATNYA UMUM
DAN PERBUATANNYA MSH BERSIFAT ABSTRAK.
CONTOH : SETIAP ORG DILARANG MENCURI.
NORMA HK UMUM – KONKRET:
SUATU NORMA HK YG ADRESSATNYA UMUM DAN PERBTNNYA SDH TERTENTU ( KONKRET)
CONTOH : – BRG SIAPA YG MEMBUANG SAMPAH DISUNGAI.
NORMA HK INDIVIDUAL – ABSTRAK
SUATU NORMA HK YG DITUJUKAN UTK SESEORG ATAU ORG-ORG TERTENTU DAN PERBUATANNYA BERSIFAT ABSTRAK.
CONTOH: BADU YG BERTEMPAT TINGGAL DI JL. NURI NO.15 MTR DILARANG BEPERGIAN.
NORMA HK INDIVIDUAL- KONKRET
SUATU NORMA YG DITUJUKAN UTK SESEORG ATAU ORG-ORG TERTENTU DAN PERBTNNYA BERSIFAT KONKRET.
CONTOH :
A YG BERTEMPAT TINGGAL DI JL. NURI NO. 10 JKT DIBERI IJIN MEMBANGUN RUMAH DIATAS TANAH MILIKNYA DI JL. NURI NO.12 JKT.

NORMA HK EINMAHLIG & NORMA HK DAUER- HAFTIG
NORMA HK EINMAHLIG:
NORMA HK YG BERLAKUNYA HANYA SATU KALI SAJA & SETLH ITU SELESAI.
CONTOH: PENETAPAN SESEORG UTK MEMBANGUN RUMAH.
NORMA HK DAUERHAFTIG :
SUATU NORMA HK YG BERLKNYA TDK DIBATASI OLEH WKT,BERLK KAPAN SAJA SECARA TERUS MENERUS SAMPAI PERAT.ITU DICABUT/DIGANTI.
CONTOH:
KETENTUAN YG MENGATUR AGAR SETIAP ORG DILARANG MENCEMARI LINGKUNGAN.
NORMA HK TUNGGAL & NORMA HK BERPA-SANGAN
NORMA HK TUNGGAL :
SUATU NORMA HK YG BERDIRI SENDIRI DAN TDK DIIKUTI OLEH SUATU NORMA HK LAINNYA.
ISINYA HANYA MERPKAN SUATU SURUHAN (DAS- SOLLEN) TTG BGMN KITA HRS BERTINDAK ATAU BERTINGKAH LAKU.
CONTOH :
PRES. MEMBERI GRASI, AMNESTI,
ABOLISI DAN REHABILITASI.
NORMA HK BERPASANGAN
NORMA HK YG TERDIRI DR NORMA HK PRIMER DAN NORMA HK SEKUNDER.
NORMA HK PRIMER:
BERISI ATURAN/PATOKAN BGMN CARA KITA HRS BERPERILAKU ( BIASA DISBT DAS SOLLEN ).
CONTOH : HENDAKNYA TDK MENCURI.
NORMA HK SEKUNDER :
BERISI TATACARA PENANGGULANGAN APBL SUATU NORMA HK PRIMER TDK DIPENUHI.(MEMBRKAN PEDOMAN BG PARA PENEGAK HK UTK BERTINDAK APBL SUATU NORMA HK PRIMER TDK DIPATUHI).
NORMA HK SEKUNDER MENGANDUNG SANKSI BG SESEORG YG TDK MEMENUHI SUATU KETENTUAN DLM NORMA HK PRIMER (JUGA DISBT DAS-SOLLEN).
CONTOH : APBL ENGKAU MEMBUNUH DIHUKUM SETINGGI-TINGGINYA 15 TH PENJARA.
NORMA HK PRIMER/SEKUNDER BIASANYA DIRU- MUSKAN SECARA BERHIMPITAN DLM SUATU PERAT. SHG SULIT MEMBEDAKAN MN YG PRIMER DAN MN YG SEKUNDER.
CONTOH :
BARANG SIAPA MENCURI DIHK.
RUMUSAN INI DPT DIURAI MENJADI NORMA HK PRIMER & SEKUNDER.
NORMA HK PRIMERNYA :
HENDAKNYA SESEORG TDK MENCURI.
NORMA HK SEKUNDERNYA:
HENDAKNYA APBL SESEORG MENCURI DI HK.
PD PERAT.PERUU HTN/HAN BIASANYA DIRUMUSKAN DLM NORMA HK TUNGGAL SAJA.
SDGKAN DLM BIDANG HK PIDANA/PERDATA RUMUSANNYA BIASANYA BERPASANGAN.
HUBUNGAN ANTARA NORMA HK PRIMER DG NORMA HK SEKUNDER ADLH HUBUNGAN PERTANG GUNG JAWABAN PERBUATAN (ZURECHNUNG), BUKAN HUBUNGAN KAUSALITEIT SEPERTI DLM ILMU ALAM.
TATA SUSUNAN NORMA HUKUM NEGARA (HANS NAWIASKY):
I. NORMA FUNDAMENTAL NEG. (STAATS FUNDAMENTAL NORM).
II. AT.DSR/POKOKNEG.(STAATSGRUNDGESETZ).
III. UU FORMAL (FORMELL GESETZ).
IV. AT.PELAKSANA & ATURAN OTONOM
( VERORDNUNG & AUTONOME SATZUNG)

NORMA FUNDAMENTAL NEGARA:
 MERPKAN NORMA TERTNGGI DLM SUATU NEG.
 TDK DIBTK OLEH SUATU NORMA YG LBH TINGGI LAGI ( PRESUPPOSED) DAN MERPKAN TEMPAT BERGANTUNGNYA NORMA-NORMA HK DIBAWAHNYA.
 MERPKAN DSR BG PEMBTK KONSTITUSI ATAU UUD TERMSK NORMA PENGUBAHANNYA.
 MERPKAN LANDASAN DSR FILOSOFIS BAGI PENGATURAN NEG. LBH LANJUT.
ATURAN DASAR/POKOK NEGARA:
MERPKAN ATURAN-ATURAN. YG MSH BERSFT POKOK/UMUM BERSFT GRS BESR SHG MSH MERPKAN NORMA TUNGGAL DAN BLM DISERTAI NORMA SEKUNDER:
 DPT DITUANGKAN DLM SUATU DOKUMEN NEG. ATAU BBRP DOKUMEN NEG. YG TERSEBAR.
 BIASANYA DIATUR HAL-HAL MENGENAI PEMBGN KEKUASAAN NEG. DIPUNCAK PEMERIN TAHAN,HUB.ANTARA LEMBAGA-LEMBAGA NEG. DAN HUB. ANTARA NEG. DAN WARGANYA.
 MERPKAN LANDASAN BAGI PEMBTK UU DAN PERAT. LAIN YG LBH RENDAH.
 MENGGARISKAN TATA CARA MEMBTK PERAT. PERUU YG MENGIKAT UMUM.
UU FORMAL:
 SDH MERPKAN NORMA HK YG LBH KONKRET/ TERINCI SERTA SDH DPT LANGSUNG BERLAKU DLM MASY.
 SDH DPT DILEKATI NORMA HK SEKUNDER BERUPA SANKSI.
 DIBTK OLEH SUATU LEMBAGA NEG.
PERAT. PELAKSANAAN & PERAT.OTONOM:
ADLH PERAT.-PERAT. YG TERLETAK DIBAWAH UU YG BERFUNGSI MENYELENG.UU. PERAT.PELAKS.BERSUMBER DR KEWNGAN DELEGASI, SDGKAN PERAT. OTONOM BERSUMBER DR KEWNGAN ATRIBUSI.
KEWENANGAN ATRIBUSI : ADLH KEWNGAN MEMBTK PERAT.PERUU YG DIBRKAN OLEH UUD/ UU KPD SUATU LEMBAGA NEG./PEMERINTAHAN.
KEWENANGAN TSB MELEKAT TERUS-MENERUS/DPT DILAKSANAKAN ATAS PRAKARSA SENDIRI SETIAP WKT DIPERLUKAN SESUAI DG BATAS-BATAS YG DIBERIKAN.
KEWENANGAN DELEGASI : ADLH PELIMPAHAN KEWNGAN MEMBTK PERAT.PERUU YG DILKKAN OLEH PERAT.YG LBH TINGGI KPD PERAT.YG LBH RENDAH BAIK DINYATAKAN DG TEGAS MAUPUN TDK.
KEWNGAN DELEGASI TDK DIBRKAN TTP “DIWAKILKAN“ DAN BERSFT SEMENT.DLM ARTI KEWNGAN ITU DPT DISELENG.SEPANJANG PELIMPAHAN TSB MSH ADA.
TATA SUSUNAN NORMA HUKUM RI :
• PANCASILA ( NORMA FUNDAMENTAL NEGARA ).
• BTG TUBUH UUD 1945 SERTA HK DSR TDK TERTULIS ( ATURAN POKOK NEG.)
• UU ( FORMELL GESETZ ).
• PP & PERAT. PELAKSAN DAN PERAT. OTONOM LAINNYA.
JENIS/ HIERARKI PERAT. PERUU ( PS 7 UU NO. 10 TH 2000)
1. UUD 1945.
2. UU/PERPU.
3. PP.
4. PERPRES.
5. PERDA YG TERDIRI :
1) PERDA PROV.
2) PERDA KAB./KOTA
3) PERDES.
ASAS/ PRINSIP HIERAKI PERAT. PER UU :
1. PERUU YG LBH RENDAH TDK DPT MENGUBAH/ MENYAMPINGKAN PER UU YG LBH TINGGI TETAPI SEBALIKNYA DPT.
2. PER UU HANYA DPT DICABUT,DIUBAH/ DITAM BAH OLEH ATAU DG PERAT. PERUU YG LBH TINGGI ATAU SEDERAJAT.
3. PER UU YG LBH RENDAH TDK MEMPUNYAI KEKUATAN HK DAN TDK MENGIKAT APBL BERTENTANGAN DG PER UU YG LBH TINGGI.
4. MATERI YG SEHRSNYA DIATUR OLEH PER UU YG LBH TINGGI TDK DPT DIATUR OLEH PER UU YG LBH RENDAH TETAPI HAL YG SEBALIKNYA DPT.
LANDASAN PERATURAN PER UU
SUATU PERAT.PERUU YG BAIK SEKURANG-KURANG NYA HRS MEMILIKI TIGA LANDASAN, YAITU LANDASAN FILISOFIS, SOSIOLOGIS DAN YURIDIS.
LANDASAN FILOSOFIS (FILOSOFISCHE GRONDSLAG):
ADLH PANDANGAN HIDUP SESUATU BGS YG BERISI NILAI-NILAI MORAL ATAU ETIKA DR BGS TSB, DIDLMNYA ADA NILAI KEBENARAN ,KEADILAN, KESUSILAAN DAN BERBAGAI NILAI LAINNYA YG DIANGGAP BAIK DAN DIJUNJUNG TINGGI.
HK YG BAIK DG SENDIRINYA HRS DIDSRKAN PD NILAI-NILAI YG BAIK TSB.
MENURUT RADBRUCH ADA TIGA NILAI DSR HK YAITU :
 KEADILAN.
 KEMANFAATAN.
 KEPASTIAN HK.
KETIGA NILAI DSR HK INI MENJADI LANDASAN FILOSOFIS YG HRS MENJADI RUJUKAN DLM MEMBTK PERAT. PER UU.
LANDASAN SOSIOLOGIS ( SOCIOLOGISCHE GRONDSLAG )
SUATU PERAT. PER UU DIKATAKAN MEMPUNYAI LANDASAN SOSIOLOGIS APBL KETENTUANNYA SESUAI DG KEYAKINAN UMUM ATAU KESADARAN HK MASY.HAL INI PENTING AGAR PER UU YG DIBUAT DITAATI OLEH MASY.TDK MENJADI HURUF-HURUF MATI BELAKA.
HK YG DIBTK HRS SESUAI DG HK YG HIDUP
( LIVING LAW) DLM MASY.INI TDK BERARTI BHW APA YG ADA PD SUATU SAAT DLM SUATU MASY. AKAN MENJADI NILAI KEHIDUPAN SELANJUTNYA.
PRODUK PER UU TDK SEKEDAR MEREKAM KEADAAN SEKETIKA (MOMENT OPNAME),TETAPI KECENDERUNGAN DAN HARAPAN MASY. HRS DPT DIPREDIKSI DAN TERAKUMULASI DLM PERAT. PER UU YG BERORIENTASI MASA DEPAN.
LANDASAN YURIDIS (JURIDISCHE GROND- SLAG )
LANDASAN YURIDIS DIBEDAKAN MENJADI:
1. LANDASAN YURIDIS FORMAL.
2. LANDASAN YURIDIS MATERIAL.
LANDASAN YURIDIS FORMAL:
MERPKAN DSR KEWNGAN BG SEORG PEJBT/BDN DLM PEMBUATAN PERAT.PER UU.
TANPA DISBTKAN DLM PERAT.PERUU, SEORG PEJABAT ATAU SUATU BDN TDK BERWENANG
( ONBEVOEGDHEID ) MENGELUARKAN PERAT.
LANDASAN YURIDIS MATERIAL:
MERPKAN DSR KEBERADAAN ATAU PENGAKUAN DR SUATU JENIS PERAT PER UU.YG MENUNJUK KPD MATERI MUATAN TERTENTU YG HRS DIMUAT DLM SUATU PERAT. PER UU TERTENTU PULA.
ISI ATAU SUBSTANSI SUATU PERAT. PER UU HRS SESUAI DG WADAHNYA.TDK BLH BERTENTANGAN DG ISI PERAT. PER UU YG LBH TINGGI.
MENURUT BAGIR MANAN PENTINGNYA DSR YURIDIS AKAN MENUNJUKKAN:
1. KEHRSAN ADANYA KEWENANGAN DR PEMBUAT PERAT. PER UU
2. KEHRSAN ADANYA KESESUAIAN BTK ATAU JENIS PERAT. PER UU DG MATERI YG DIATUR.
3. KEHRSAN MENGIKUTI TATA CARA TERTENTU.
4. KEHRSAN TDK BERTENTANGAN DG PERAT.
PER UU YG LBH TINGGI TINGKATANNYA.SUATU PERAT. PER UU TDK BLH MENGANDUNG KAIDAH YG BERTENTANGAN DG UUD.
SELAIN LANDASAN FILOSOFIS,SOSIOLOGIS DAN YURIDIS MSH TERDPT LANDASAN LAIN YAITU:
– LANDASAN TEKNIK PERANCANGAN,YG HRS SESUAI DG TEKNIK PEMBTKAN PERAT. PER UU.
– LANDASAN POLITIS, IALAH GARIS KEBIJAK SANAAN POLITIK YG MENJADI DSR SELAN- JUTNYA BG KEBIJAKSANAAN DAN PENGARAHAN KETATALAKSANAAN PEMERINTAHAN NEG.
KEWENANGAN MEMBTK PERAT. PER UU
DIBBRP NEG. KEKUASAAN MEMBTK UU DILKKAN OLEH SATU BDN YG DIKENAL SBG BDN LEGISLATIF ATAU PARLEMEN,YG DPT DIDELEGASIKAN KPD BDN LAIN KHUSUSNYA KPD BDN EKSEKUTIF.
KHUSUS UTK PEMBTKAN KONSTITUSI DILKKAN OLEH SATU BDN DAN TDK DPT DIDELEGASIKAN.
MNRT UUD 1945 BDN PEMBTK UUD ADLH MPR YG SEKALIGUS SBG BDN YG DIBERI WEWENANG UTK MENGUBAHNYA.
MPR TDK DPT MEMBUAT PERAT.PERUU DG NM UU ATAU MATERI MUATANNYA ADLH MATERI MUATAN UU .
MNRT KETENTUAN UUD, YG BERWNG MEMBTK UU ADLH PRES.DG PERSETUJUAN BERSAMA DPR.
UTK PEMBTKAN PERPU KEWNGNYA ADA PD PRES. TANPA MEMERLUKAN PERSETUJUAN DPR. PERSETUJUAN DIBRKAN SETLH PERPU TSB DITE- TAPKAN UTK MENJADI UU.
UTK MEMBTK PERPU DIPERLUKAN PERSYARATAN “KEADAAN KEGENTINGAN YG MEMAKSA”
( NOODVERORDENINGSRECHT).
ISTILAH NOODVERORDENINGSRECHT SERING DIARTIKAN SBG HAK SUBYEKTIF DR PRES.
PRAKTEK KETATANEG. MEMBUKTIKAN BHW PE- NGERTIAN KEADAAN KEGENTINGAN YG MEMAKSA DPT BERP KEADAAN DARURAT,(PERANG ATAU SIPIL), KEADAAN BAHAYA, DAN KEADAAN YG MENDESAK.
TDK ADA KRITERIA KEADAAN KEGENTINGAN YG MEMAKSA ,KRITERIA DISERAHKAN KPD PRES. UTK MENILAI/MENENTUKAN ADANYA KEGENTINGAN YG MEMAKSA SHG PERLU DITETAPKAN PERPU.
PERPU MERPKAN SUATU EXCEPTION DG HARAPAN AGAR SPY KESELAMATAN NEG. DPT DIJAMIN OLEH PEMERINTAH. DLM KEADAAN YG GENTING, YG MEMAKSA PEMERINTAH UTK BERTINDAK CEPAT DAN TEPAT.
JADI PENGECUALIANNYA HANYA PD PROSES ATAU TATA CARA PEMBTKAN BUKAN PD SUBSTANSI.
KEWNGAN UTK MEMBTK PP DAN KEPRES MERPKAN KEWNGAN PRES.UTK MENJLNKAN UU AGAR UU MENJADI OPERASIONAL.
KEKUASAAN PENGATURAN PRES. MELIPUTI, ”LEGISLATIF POWER,”EXECUTIVE POWER”,DAN POUVOIR REGLEMENTAIRE”.
LEGISLATIVE POWER ( WETGEVENDE MACHT) : DILKKAN PRES. BERSAMA DPR DLM RANGKA MEMBTK UU.
POUVOIR REGLEMENTAIRE,DILKKAN OLEH PRES. DLM RANGKA MEMBTK PP UTK MENJLNKAN UU.MATERI YG DIATUR DLM PP TDK BLH MELAM PAUI MATERI UU YG DIJLNKANNYA.PP TDK BLH MENAMBAH, MENYISIPI, MEMODIFIKASI MATERI DAN PENGERTIAN YG ADA DLM UU.
EXECUTIVE POWER (POUVOIR EXECUTIF), ADLH KEKUASAAN PEMERINTAHAN YG DIJLNKAN OLEH PRES. YG DIDLMNYA TERKANDUNG KEWNGAN PRES DLM RANGKA PENGATURAN YG BERSUMBER DR KETENTUAN PS 4 AYAT (1) UUD 1945 BERP PEMBTKAN PERAT. PER UU DLM WUJUD KEPRES.YG BERISI PERAT.
PROSES PEMBTKAN PERAT.PER UU.
SECARA GARIS BSR PROSES PEMBTKAN PERAT. PER UU MELIPUTI KEGIATAN-KEGIATAN SBB:
1. TAHAP PERSIAPAN PERANCANGAN:
PD TAHAP INI DIMULAI DR LAHIRNYA PRA KARSA ATAU INISIATIF,KEMUDIAN DILKKAN PEMBICARAAN ATAU NEGOSIASI ANTARA PIHAK PEMRAKARSA DG PIHAK-PIHAK LAIN YG TERKAIT DAN BERKOMPETEN.
BILA PERLU DILAKUKAN PENELITIAN (SEKU RANG-KURANGNYA PENELITIAN DOKUMEN TER),DIIKUTI DG PEMBAHASAN-PEMBAHASAN BAIK INTERN MAUPUN ANTAR INSTANSI TER KAIT.KALAU PERLU DILKKAN SEMINAR UTK MEMPEROLEH MSKAN DR MASY. LUAS. KEMUDIAN DISUSUN RANCANGAN YG DISERTAI DG NASKAH AKADEMIK.
SELANJUTNYA DIAJUKAN KPD PEJABAT YG BERWENANG UTK DITINDAK LANJUTI.
2. TAHAP PEMBAHASAN DI DPR :
DILKKAN MELALUI TAHAP-TAHAP PEMBICA- RAAN YG TERDIRI DR :
a. EMBICARAAN TK I DILKKAN DLM RAPAT PARIPURNA.
b. PEMBICARAAN TK II DILKKAN DLM RAPAT PARIPURNA
c. PEMBICARAAN TK III DILKKAN DLM RAPAT KOMISI.
d. PEMBICARAAN TK IV DILKKAN DLM RAPAT PARIPURNA.
3. TAHAP PENGESAHAN DAN PENGUNDANGAN :
TERHDP RUU YG TLH DISETUJUI OLEH DPR DIKIRIMKAN OLEH PIMPINAN DPR KPD PRES. MELALUI SETNEG.UTK MENDPTKAN PENGE- SAHAN.PRES. KEMUDIAN MENGESAH KAN RUU TSB.SETLH ITU MENTERI YG MEMPUNYAI TANGGUNG JAWAB ATAS PENGUNDANGAN MENGUNDANGKANNYA DLM LEMBARAN NEG.
ASAS-ASAS PERAT. PER UU
A.ASAS PEMBTKAN PERAT. PER UU:
1.KEJELASAN TUJUAN
SETIAP PEMBTK PERAT. PER UU HRS MEMPUNYAI TUJUAN YG JEJAS YG HENDAK DICAPAI.
2.KELEMBAGAAN ATAU ORGAN PEMBTK YG TEPAT :
SETIAP JENIS PERAT. PER UU HRS DIBUAT OLEH LEMBAGA/PEJABAT PEMBTK PERAT. PER UU YG BERWENANG.
3.KESESUAIAN ANTARA JENIS DAN MATERI MUATAN:
HRS BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN MATERI MUATAN YG TEPAT DG JENIS PERAT.PERUU NYA.

4.DPT DILAKSANAKAN :
HRS MEMPERHITUNGKAN EFEKTIFITASNYA DIDLM MASY.BAIK SECARA FILOSOFIS,YURIDIS MAUPUN SOSIOLOGIS.
5.KEDAYA GUNAAN /KEHASIL GUNAAN:
MEMANG BENAR-BENAR DIBUTUHKAN/BERMANFAAT DLM MENGATUR KEHIDUPAN NBERMASY. BERBANGSA DAN BERNEG.
6.KEJELASAN RUMUSAN:
HRS MEMENUHI PERSYARATAN TEKNIS,SISTE -MATIKA/PILIHAN KATA ATAU TERMINOLOGI, SERTA BHS HK NYA JELAS DAN MUDAH DIMENGERTI SHG TDK MENIMBULKAN BERBAGAI MACAM INTERPRETASI DLM PELAKSANAANNYA.
7.KETERBUKAAN:
DLM PROSES, MULAI DR PERENCANAAN,PERSIAPAN, PENYUSUNAN,DAN PEMBAHASAN BERSIFAT TRANS PARAN DAN TERBUKA,SHG SELRH LAPISAN MASY.MEMPUNYAI KESEMPATAN YG SELUAS-LUASNYA UTK MEMBR KAN MSKAN DLM PROSES PEMBUATAN PERAT. PER UU.
ASAS MATERI MUATAN PERAT. PER UU
1.PENGAYOMAN:
HRS BERFUNGSI MEMBRKAN PERLINDUNGAN UTK MENCIPTAKAN KETENTRAMAN MASY.
2.KEMANUSIAAN :
HRS MENCERMINKAN PERLINDUNGAN DAN PENGHORMATAN HAM SERTA HARKAT DAN MARTABAT SETIAP WN/PENDUDUK INDO. SECARA PROPORSIONAL.
3.KEBANGSAAN :
HRS MENCERMINKAN SIFAT DAN WATAK BANGSA INDO. YG PLURALISTIK DG TETAP MENJAGA PRINSIP NKRI.
4.KEKELUARGAAN:
HRS MENCERMINKAN MUSYAWARAH UTK MENCAPAI MUFAKAT DLM SETIAP PENGAMBILAN KEPUTS.
5.KENUSANTARAAN :
SISTEM HK NAS. BERDSRKAN PANCASILA. MEMPERHATIKAN KEPENTINGAN SELRH WILAYAH INDO.DAN MATERI MUATAN PERAT. PER UU YG DIBUAT DIDAERAH MERPKAN BGN DR SISTEM HK NAS. YG BERDSRKAN PANCASILA.
6.BHINNEKA TUNGGAL IKA :
HRS MEMPERHATIKAN KERAGAMAN PENDUDUK, AGAMA,SUKU/GOLONGAN,KONDISI KHUSUS DAE- RAH DAN BUDAYA KHUSUSNYA YG MENYANG- KUT MASALAH-MASALAH SENSITIF DLM KEHI- DUPAN BERMASY.,BERBGS DAN BERNEG.
7.KEADILAN :
HRS TERCERMIN SECARA PROPORSIONAL BAGI SETIAP WN TANPA KECUALI.
8.KESAMAAN KEDUDUKAN DLM HK DAN PEMERINTAHAN:
TDK BLH BERISI HAL-HAL YG BERSIFAT MEMBE- DAKAN BERDSRKAN LATAR BELAKANG ANTARA LAIN, AGAMA, SUKU, RAS, GOLONGAN, GENDER ATAU STATUS SOSIAL.
9.KETERTIBAN DAN KEPASTIAN HUKUM:
HRS DPT MENIMBULKN KETERTIBAN DLM MASY. MELALUI JAMINAN ADANYA KEPASTIAN HK.
10.KESEIMBANGAN,KESERASIAN/ KESELARASAN :
HRS TERCERMIN ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU/MASY. DG KEPENTINGAN BGS/ NEG.
MATERI MUATAN PERAT. PER UU
MATERI MUATAN UUD :
PD DSRNYA HANYA MEMUAT ATURAN-ATURAN TERPOKOK,BAIK BERP PRINSIP-PRINSIP HK (LEGAL PRINCIPLES) MAUPUN BERP NORMA-NORMA HK (LEGAL NORMS)YG MERPKAN“A LEGAL DOCUMENT” MK KEDDKANNYA ADLH SUPREME MEMBAWAHKAN ATURAN–ATURAN HK YG LBH RENDAH.

SRI SOEMANTRI DG MENYITIR PENDPT STRUYKEN,UUD SBG DOKUMEN FORMAL BERISI :
 HSL PERJUANGAN POL.BGS DI WKT LAMPAU.
 TINGKAT-TINGKAT TERTINGGI PERKEMBANGAN KETATANEG.
 PANDANGAN TOKOH-TOKOH BGS YG HENDAK DIWUJUDKAN.
 SUATU KEINGINAN,DG MN PERKEMBANGAN KE- HIDUPAN KETATANEG. BGS HENDAK DIPIMPIN.
MENRT STEENBEEK,MATERI MUATAN UUD :
 ADANYA JAMINAN TERHADAP HAM DAN WN.
 DITETAPKANNYA SUSUNAN KETATA NEG. SUATU NEG. YG BERSIFAT FUNDAMENTAL.
 ADANYA PEMBAGIAN DAN PEMBATASAN TUGAS KETATANEG. YG BERSIFAT FUNDAMENTAL.
DG DEMIKIAN DLM KONSTITUSI DIMUAT PERNYATAAN POLITIK/MORAL BANGSA JUGA CITA/TUJUAN NEG.HAL INI TERMUAT DLM PEMBUKAAN.
SEDANGKAN DLM BATANG TUBUH DIMUAT ANTARA LAIN MENGENAI :
• HAL ATAU MATERI YG HRS DIATUR LBH LANJUT DG UU.
• TUGAS ATAU FUNGSI ADM NEG. DAN PERAD.
• LARANGAN TERHDP ALAT-ALAT PERLENGKAPAN NEG.UTK MELAKUKAN SESUATU YG BUKAN WEWENANGNYA.
• HAK-HAK WN.
• ATURAN YG BERKAITAN DG JAMINAN ATAU PERLINDUNGAN TERHADAP KONSTITUSI.
MATERI MUATAN UU/PERPU :
PENDAPAT PERTAMA MENYATAKAN :
BHW SEMUA ASPEK KEHDPAN MANUSIA BAIK DLM KEHDPAN BERNEG. MAUPUN KEMASY. DPT DIATUR DG UU.DG DEMIKIAN, LUAS LINGKUP MATERI YG DPT DIATUR DG UU SANGAT SULIT DITETAPKAN BATAS-BATASNYA.

PENDAPAT LAINNYA MENYATAKAN :
MATERI MUATAN UU TERTENTU LINGKUPNYA. UU CUKUP MENGATUR HAL-HAL YG POKOK SAJA,
RINCIANNYA DIATUR DLM PERAT.PERUU YG LBH RENDAH.
MATERI MUATAN UU PERLU DITENTUKAN AGAR TDK TERJADI TUMPANG TINDIH PENGATURAN OLEH BERBAGAI JENIS PERAT. PER UU YG ADA.
BAGIR MANAN, MATERI MUATAN YG HRS DIATUR DG UU :
 MATERI YG DITETAPKAN DLM UUD 1945.
 MATERI YG OLEH UU TERDHL AKAN DIBTK DG UU.
 UU DIBTK DLM RANGKA MENCABUT ATAU MENAMBAH UU YG SDH ADA.
 MATERI YG BERKAITAN DG HAM.
 MATERI YG BERKAITAN DG KEPENTINGAN ATAU KEWAJIBAN ORG BANYAK YG AKAN MENIMBULKAN BEBAN KPD RAKYAT BANYAK.
MATERI MUATAN PERPU:
KRN PERPU SAMA/SEDERAJAT DG UU MK MATERI MUATAN PERPU SAMA DG MATERI MUATAN UU
MATERI MUATAN PP :
ADLH MATERI YG TLH DIATUR DLM UU DPT DIATUR DG PP.
BAGIR MANAN DG A.HAMID ATTAMIMI MEMPUNYAI PENDPT YG SAMA BHW MATERI MUATAN PP IALAH SELRH MATERI YG ADA DLM UU YG MENDELEGASIKAN.NAMUN PENDELEGASIAN TSB MENRT BAGIR MANAN DILKKAN SECARA EKSPLISIT.
SEDANGKAN A.HAMID S. ATTAMIMI MENYATAKAN TDK PERLU ADA PENDELEGASIAN SECARA KHUSUS (EKSPLISIT).YG PASTI BHW PP TDK BLH DITETAP- KAN TANPA ADA UU NYA.
PP TDK DPT MENGUBAH,MENAMBAH,MENGURANGI, MENYISIPI,SERTA MEMODIFIKASI MATERI YG ADA DLM UU YG DIJLNKANNYA.

MATERI MUATAN PERDA :
PERDA MERPKAN PRODUK HK PEMERINTAHAN DAERAH,SEMENTARA KEBERADAAN PEMERINTAHAN DAERAH ADLH DLM RANGKA PELAKSANAAN OTDA.DG DEMIKIAN MATERI MUATAN PERDA PERTAMA-TAMA ADLH YG BERKAITAN DG URUSAN RUMAH TANGGA DAERAH.YG KEDUA YG BERKAITAN DG URS TUGAS PEMBANTUAN DAN MENAMPUNG KONDISI KHUSUS DAERAH SERTA PENJABARAN LBH LANJUT PERAT. PER UU YG LBH TINGGI.

KERANGKA PERAT. PER UU
A. JUDUL;
B. PEMBUKAAN;
C. BATANG TUBUH;
D. PENUTUP;
E. PENJELASAN [ JIKA DIPERLUKAN ];
F. LAMPIRAN [JIKA DIPERLUKAN ].

JUDUL :
-MEMUAT KETERANGAN MENGENAI :
 JENIS;
 NOMOR;
 TAHUN PENGUNDANGAN ATAU PENETAPAN;DAN
 NAMA PERAT. PER UU YG DIBUAT SINGKAT DAN MENCERMINKAN ISI PERAT. PER UU;
JUDUL DITULIS SELURUHNYA DGN HURUF KAPITAL YG DILETAKKAN DITENGAH MARJIN TANPA DIAKHIRI TANDA BACA.

CONTOH :
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 39 TAHUN 1999
TENTANG
HAK ASASI MANUSIA
PEMBUKAAN TERDIRI ATAS :
 FRASE DG RAHMAT TUHAN YG MAHA ESA;
DITULIS SELRHNYA DG HRF KAPITAL YG DILETAKKAN DITENGAH MARJIN.
 JABATAN PEMBENTUK PERAT. PER UU;
DITULIS SELRHNYA DG HRF KAPITAL YG DILE- TAKKAN DITENGAH MARJIN DAN DIAKHIRI DG TANDA BACA KOMA.
 KONSIDERANS;
-DIAWALI DGN KATA MENIMBANG;
-MEMUAT URAIAN SINGKAT MENGENAI PO KOK-POKOK PIKIRAN YG MENJADI LATAR BELA KANG/ALASAN PEMBUATAN PERAT. PER UU;
-MEMUAT UNSUR FILOSOFIS,YURIDIS,DAN SOSIOLOGIS YG MENJADI LATAR BELAKANG PEMBUATANNYA;
-JIKA MEMUAT LBH DR SATU POKOK PIKIRAN, TIAP-TIAP POKOK PIKIRAN DIRUMUSKAN DLM RANGKAIAN KALIMAT YG MERPKAN KESATUAN PENGERTIAN;
-TIAP-TIAP POKOK PIKIRAN DIAWALI DG HRF ABJAD,DAN DIRUMUSKAN DLM SATU KALIMAT YG DIAWALI DG KATA “BHW” DAN DIAKHIRI DGN TANDA BACA TITIK KOMA;
-JIKA LBH DR SATU PERTIMBANGAN, RUMUSAN PERTIMBANGAN TERAKHIR BERBUNYI SBB :
bhw berdsrkan pertimbangan sebgmn dimaksud dlm huruf a dan b perlu membentuk undang-undang tentang……………………;
 DASAR HUKUM.
-DIAWALI DG KATA MENGINGAT;
-MEMUAT DSR KEWNGAN PEMBUATAN PERAT. PERUU YG MEMERINTAHKAN PEMBUATAN PERAT. PERUU TSB
-PERAT. PERUU YG DIJADIKAN SBG DSR HK HANYA PERAT. PERUU YG TK.NYA LBH TINGGI;
-PENCANTUMAN DSR HK DISESUAIKAN DG HIERARKI DAN KRONOLOGIS PENGUNDANGAN ATAU PENETAPANNYA’
DSR HK PD UUD DITULIS DG MENYEBUTKAN PS,FRASE UUD 1945 DITULIS SESDH PENYEBUTAN TERAKHIR DG HRF KAPITAL.
-PENULISAN UU, KEDUA HRF U DITULIS DG HRF KAPITAL;
-UU,PP,PERPRES PERLU DILENGKAPI DG PENCANTUMAN L.N.RI T.L.N.RIYG DILETAKKAN DIANTARA TANDA BACA KURUNG;
-JIKA DSR HK LBH DR SATU,TIAP DSR HK DIAWALI DG ANGKA ARAB 1,2,3, DST.NYA DAN DIAKHIRI DG TANDA BACA TITIK KOMA.
 DIKTUM TERDIRI ATAS :
1.KATA MEMUTUSKAN;
DITULIS SELRHNYA DG HRF KAPITAL TANPA SPASI/DIAKHIRI DGN TANDA BACA TITIK DUA SERTA DILETAKKAN DITENGAH MARJIN;
PD UU SEBLM KATA MEMUTUSKAN DICANTUMKAN FRASE;
Dengan Persetujuan Bersama
DPR RI
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDO.
YG DILETAKKAN DITENGAH MARJIN.
2.KATA MENETAPKAN;
DICANTUMKAN SESDH KATA MEMUTUSKAN YG DISEJAJARKAN KEBAWAH DG KATA MENIMBANG DAN MENGINGAT.HURUF AWAL KATA MENETAPKAN DITULIS DG HRF KAPITAL DAN DIAKHIRI DG TANDA BACA TITIK DUA.
3.JENIS DAN NM PERAT.PER UU DICANTUMKAN LAGI SETLH KATA MENETAPKAN YG SELRH- NYA DITULIS DG HRF KAPITAL DAN DIAKHIRI DGN TANDA BACA TITIK.
CONTOH PEMBUKAAN:
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa………….
b. bahwa………….
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebgmn dimaksud dlm huruf a, dan huruf b perlu membentuk Undang-Undang tentang……..
Mengingat : 1. Pasal 20,Pasal 21 dan Pasal 22A UUD Neg. RI Tahun 1945;
2. UU No. 31 Th 2002 ttg ParPol
( L.N. RI Th 2002 No.138, T.L.N.No. 4251 );

Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : UNDANG-UNDANG TTG HAM.

BATANG TUBUH
-MEMUAT SEMUA SUBSTANSI PERAT.PER UU YG DIRUMUSKAN DLM PASAL-PASAL;
-PD UMUMNYA SUBSTANSI DLM BTG TUBUH DIKELOMPOKKAN KEDLM:
1.KETENTUAN UMUM;
2.MATERI POKOK YG DIATUR;
3.KETENTUAN PIDANA (JIKA DIPERLUKAN ) HANYA ADA PD UU DAN PERDA;
4.KETENTUAN PERALIHAN (JIKA DIPERLUKAN );
5.KETENTUAN PENUTUP.

KETENTUAN UMUM
DILETAKKAN DLM BAB KESATU,JIKA TDK DILKKAN PENGELOMPOKAN BAB,KETENTUAN UMUM DILETAKKAN DLM PS-PS AWAL,YG BERISI :
• BATASAN PENGERTIAN ATAU DEFINISI;
• SINGKATAN ATAU AKRONIM YG DIGUNAKAN DLM PERATURAN;
• HAL-HAL LAIN YG BERSFT UMUM YG BERLK BG PS-PS BERIKUTNYA ANT.LAIN KETENTUAN YG MENCERMINKAN ASAS ,MAKSUD,DAN TUJUAN;
FRASE PEMBUKA DLM KETENTUAN UMUM BERBUNYI:
DLM UU INI YANG DIMAKSUD DENGAN :

JIKA BATASAN PENGERTIAN,SINGKATAN ATAU AKRONIM LBH DR SATU,MSG-MSG URAIANNYA DIBERI NO. URUT DG ANGKA ARAB DAN DIAWALI DG HRF KAPITAL SERTA DIAKHIRI DG TANDA BACA TITIK.
MATERI POKOK YG DIATUR
– PENGELOMPOKAN MATERI PERAT.PER UU DISUSUN SECARA SISTEMATIS DLM BUKU,BAB, BGN,DAN PARAGRAF YG DIDSRKAN ATAS DSR KESAMAAN MATERI;
– BUKU DIBR NO.URUT DG BILANGAN TK DAN JUDUL SELRHNYA DITULIS DG HRF KAPITAL.
CONTOH :
BUKU KETIGA
PERIKATAN
-BAB DIBR NO.URUT DG ANGKA ROMAWI DAN JU- DUL BAB YG SELRHNYA DITULIS DG HRF KAPITAL
CONTOH:
BAB I
KETENTUAN UMUM

– BGN DIBR NO.URUT DG BILANGAN TK YG DITULIS DG HRF DAN DIBR JUDUL;
– HURUF AWAL KATA BAGIAN,URUTAN BILANGAN, DAN SETIAP KATA PD JUDUL BGN DI TULIS DG HRF KAPITAL,KECUALI HRF AWAL KATA PARTIKEL YG TDK TERLETAK PD AWAL FRASE;
-PARAGRAF DIBERI NO. URUT DGN ANGKA ARAB DAN DIBERI JUDUL.

CONTOH :
Bagian Kesatu
Persiapan Pembentukan Undang-Undang
Paragraf 1
Perencanaan,Persiapan,dan Teknik Penyusunan

PS DIBR NO.URUT DG ANGKA ARAB,DAN MERPKAN SATUAN ATURAN DLM PERAT.PER UU YG MEMUAT SATU NORMA DAN DIRUMUSKAN DLM SATU KALIMAT YG DISUSUN SECARA SINGKAT,JELAS, DAN LUGAS;

HURUF AWAL KATA PASAL YG DIGUNAKAN SBG ACUAN DITULIS DG HRF KAPITAL;

SUBSTANSI YG BERUPA SANKSI ADMINISTRATIF ATAU SANKSI KEPERDATAAN ATAS PELANGGARAN NORMA TSB, DIRUMUSKAN MENJADI SATU BGN (PASAL ) DG NORMA YG MEMBR SANKSI ADMINISTRATIF ATAU SANKSI KEPERDATAAN;

SANKSI ADMINISTRATIF DPT BERP ANT. LAIN, PENCABUTAN IZIN, PEMBUBARAN, PENGAWASAN, PEMBERHENTIAN SEMENTARA,DENDA ADM ATAU DAYA PAKSA POLISIONAL.SANKSI KEPERDATAAN DPT BERUPA GANTI KERUGIAN;

JIKA NORMA YG MEMBR SANKSI LBH DR SATU PS, SANKSI DIRUMUSKAN DLM PS TERAKHIR DR BGN (PS )TSB. DG DEMIKIAN HINDARI RUMUSAN SANKSI YG SEKALIGUS MEMUAT SANKSI PIDANA,SANKSI PERDATA DAN SANKSI ADMINISTRATIF DLM SATU BAB

PS DPT DIRINCI KEDLM BBRP AYAT DG DIBR NO. URUT DG ANGKA ARAB DIANTARA TANDA BACA KURUNG TANPA DIAKHIRI TANDA BACA TITIK.

HRF AWAL KATA AYAT YG DIGUNAKAN SBG ACUAN DITULIS DG HRF KECIL
CONTOH :
Pasal 8
(1) Satu permintaan pendaftaran merek hanya dapat diajukan untuk 1 (satu) kelas barang.
(2) Permintaan pendaftaran merek sebagaimana dimaksud pada ayat (1)……….
PS YG MEMUAT RINCIAN UNSUR,DISAMPING DIRU- MUSKAN DLM BTK KALIMAT DG RINCIAN,DPT PULA DIGUNAKAN RUMUSAN DLM BTK TABULASI.
CONTOH :
Pasal 17
Yg dpt dibr hak pilih ialah WNI yg tlh berusia 17 (tujuh belas) th atau tlh kawin dan tlh terdaftar pd daftar pemilih.
CONTOH RUMUSAN TABULASI:
Pasal 17
Yg dpt dibr hak pilih ialah WNI yg :
a. tlh berusia 17 (tujuh belas) th atautlhkawin;dan
b. tlh terdaftar pd daftar pemilih.
HAL-HAL YG HARUS DIPERHATIKAN DLM BENTUK TABULASI :
a. SETIAP RINCIAN DIAWALI DG HRF (ABJAD) KECIL DAN DIBERI TANDA BACA TITIK;
b. SETIAP FRASE DLM RINCIAN, DIAWALI DG HRF KECIL DAN DIAKHIRI DG TANDA BACA TITIK KOMA;
c. JIKA RINCIAN DIMAKSUDKAN KUMULATIF DITAMBAHKAN KATA DAN,JIKA ALTERNATIF DITAMBAHKAN KATA ATAU,JIKA KUMULATIF DAN ALTERNATIF DITAMBAHKAN KATA DAN/ATAU DIBELAKANG RINCIAN KEDUA DARI RINCIAN TERAKHIR.
KETENTUAN PIDANA (JIKA DIPERLUKAN ):
– MEMUAT RUMUSAN YG MENYATAKAN PENJATUHAN PIDANA
ATAS PELANGGARAN NORMA LARANGAN ATAU PERINTAH;
– DITEMPATKAN DLM BAB TERSENDIRI SESDH MA TERI POKOK YG DIATUR ATAU SEBLM BAB KETENTUAN PERALIHAN.JIKA TDK ADA PS PERALIH AN DILETAKKAN SEBLM KETENTUAN PENUTUP;
– JIKA KETENTUAN PIDANA BERLK BG SIAPAPUN, DIRUMUSKAN DGN FRASE SETIAP ORANG.JIKA HANYA BERLK BG SUBYEK TERTENTU,SUBYEK DIRUMUSKAN SECARA TEGAS,MISALNYA,ORG ASING,PEGAWAI NEGERI,SAKSI;
RUMUSAN KETENTUAN PIDANA HRS MENYATAKAN SECARA TEGAS APAKAH PIDANA YG DIJATUHKAN BERSIFAT KUMULATIF, ALTERNATIF,ATAU KUMULATIF ALTERNATIF.

KETENTUAN PERALIHAN(JIKA DIPERLUKAN )
• DITEMPATKAN DIANT. BAB KETENTUAN PIDA -NA DAN BAB KETENTUAN PENUTUP.JK TDK DIA DAKAN PENGELOMPOKAN BAB, DITEM PATKAN SEBLM PS YG MEMUAT KETENTUAN PENUTUP;
• MEMUAT PENYESUAIAN TERHDP PERAT.PER UU YG SDH ADA PD SAAT PERAT.PER UU BARU MULAI BERLK,UTK MENGHINDARI TIMBULNYA PERMASALAHAN HK;
• HINDARI RUMUSAN DLM KETENTUAN PERALIHAN YG ISINYA MEMUAT PERUBAHAN TERSELUBUNG ATAS PERAT. PER UU LAIN.
KETENTUAN PENUTUP
DITEMPATKAN DLM BAB TERAKHIR, JIKA TDK DIADAKAN PENGELOMPOKAN BAB DITEMPATKAN DLM PASAL (PASAL ) TERAKHIR;
PADA UMUMNYA KETENTUAN PENUTUP MEMUAT MENGENAI :
– PENUNJUKAN ORGAN ATAU ALAT PERLENG -KAPAN YG MELAKSANAKAN PERAT.PER UU;
– NAMA SINGKAT;
– STATUS PERAT.PER UU YG SDH ADA;DAN
– SAAT MULAI BERLAKU PERAT.PER UU.
PENUTUP
MERPKAN BGN AKHIR PERAT.PERUU DAN MEMUAT:
– RUMUSAN PERINTAH PENGUNDANGAN DAN PENEMPATAN PERAT.PER UU DLM L.N.RI, BERITA NEG. RI, LEMBARAN DAERAH,ATAU BERITA DAERAH.
– PENANDA TANGANAN PENGESAHAN ATAU PENETAPAN PERAT.PER UU;
– PENGUNDANGAN PERAT.PER UU;DAN
– AKHIR BAGIAN PENUTUP
RUMUSAN PERINTAH PENGUNDANGAN DAN PENEMPATAN PERAT.PER UU BERBUNYI SBB :
AGAR SETIAP ORG MENGETAHUINYA, MEMERIN -TAHKAN PENGUNDANGAN…(JENIS PERAT.PER UU) … INI DG PENEMPATANNYA DLM…( SESUAI TEM -PAT PENGUNDANGAN MSG-MSG PERAT.PER UU );
PENANDA TANGANAN PENGESAHAN ATAU PENETAPAN PERAT.PER UU MEMUAT :
– TEMPAT/TGL PENGESAHAN ATAU PENETAPAN;
– NAMA JABATAN;
– TANDA TANGAN PEJABAT;DAN
-NAMA LENGKAP PEJABAT YG MENANDA TANGANI,TANPA GELAR DAN PANGKAT.
RUMUSAN TEMPAT DAN TANGGAL PENGESAHAN ATAU PENETAPAN DILETAKKAN DISEBELAH KANAN;

NM JBTAN DAN NM PEJABAT DITULIS DG HRF KAPI TAL.PD AKHIR NM JBTAN DIBR TANDA BACA KOMA;
PENGUNDANGAN PERAT.PER UU MEMUAT :
– TEMPAT DAN TANGGAL PENGUNDANGAN;
– NM JBTAN YG BERWNG MENGUNDANGKAN;
– TANDA TANGAN;DAN
– NM LENGKAP PEJABAT YG MENANDA TANGANI,TANPA GELAR DAN PANGKAT;

TEMPAT TGL PENGUNDANGAN DILETAKKAN DISEBELAH KIRI (DIBAWAH PENANDA TANGANAN PENGESAHAN ATAU PENETAPAN );

NM JBTAN DAN NM PEJBT DITULIS DG HRF KAPI -TAL.PD AKHIR NM JBTAN DIBR TANDA BACA KOMA;

PD AKHIR BGN PENUTUP DICANTUMKAN L.N. ATAU LEMBARAN DAERAH,
CONTOH :
– LEMBARAN NEGARA RI TAHUN……NOMOR …….
– LEMBARAN DAERAH………..TAHUN……
PENJELASAN
– BERFUNGSI SBG TAFSIRAN RESMI PEMBTK PERAT. PER UU ATAS NORMA TERTENTU DLM BTG TUBUH. YG MEMUAT URAIAN ATAU JABARAN YG AKAN MEMPERJELAS NORMA YG DIATUR DLM BTG TUBUH;
-TDK DPT DIGUNAKAN SBG DSR HK UTK MEMBUAT PERATURAN LEBIH LANJUT;
-HINDARI RUMUSAN YG ISINYA MEMUAT PERU-
BAHAN TERSELUBUNG TERHDP KETENTUAN PERAT.PER UU;
-NASKAH PENJELASAN DISUSUN BERSAMA-SAMA DG PENYUSUNAN RANCANGAN PERAT.PERUU YBS;
-JUDUL PENJELASAN SAMA DG JUDUL PERAT. PER UU YBS;
-MEMUAT PENJELASAN UMUM DAN PENJELASAN PS DEMI PS YG DIRINCI DG ANGKA ROMAWI DAN DITULIS SELRHNYA DG HRF KAPITAL;
CONTOH:
PENJELASAN
ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR…….TAHUN……..
TENTANG
……………………………….

I. UMUM
II. PASAL DEMI PASAL
DLM MENYUSUN PENJELASAN PS DEMI PS HRS DIPERHATIKAN AGAR :
1. TDK BERTENTANGAN DG MATERI POKOK YG DIATUR DLM BATANG TUBUH;
2. TDK MEMPERLUAS ATAU MENAMBAH NORMA YG ADA DLM BATANG TUBUH;
3. TDK MENGULANGI URAIAN KATA,ISTILAH,ATAU PENGERTIAN YG TELAH DIMUAT DIDLM KETENTUAN UMUM.

PS ATAU AYAT YG TDK MEMERLUKAN PENJELASAN, DITULIS CUKUP JELAS, YG DIAKHIRI DGN TANDA BACA TITIK.

PENJELASAN PS DEMI PS TDK DIGABUNGKAN WALAUPUN TERDPT BBRP PS BERURUTAN YG TDK MEMERLUKAN PENJELASAN.
LAMPIRAN
-HRS DINYATAKAN DLM BTG TUBUH DAN PERNYATAAN BHW LAMPIRAN TSB MERPKAN BGN YG TDK TERPISAHKAN DR PERAT. PER UU YBS;

-PD AKHIR LAMPIRAN HRS DICANTUMKAN NM DAN TANDA TANGAN PEJABAT YG MENGESAHKAN/ MENETAPKAN PERAT.PERUU YBS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s