Analisis Faktor Pendukung Kemenangan Grand National Party dalam Pemilu Korea Selatan 2008

Pendahuluan

Partai Politik di Korea Selatan memiliki iklim persaingan yang sangat tinggi. Salah satu parpol yang mengincar kemenangan atas kursi presiden dan mayoritas kursi parlemen dalam pemilu terakhir (2008) adalah Grand National Party (GNP) atau sering disebut juga Hannara. Pada pemilu 2008, GNP maju dalam bursa pencalonan presiden dengan kandidatnya, yaitu Lee Myung-bak

Rumusan Masalah
-Bagaimanakah dinamika Grand National Party di dalam konstelasi perpolitikan di Korea Selatan?
-Apakah faktor yang mendukung kemenangan Grand National Party di Korea Selatan pada tahun 2008?

DINAMIKA GNP
-Grand National Party (GNP) adalah salah satu partai konservatif (sayap kanan) di Korea Selatan dan merupakan saingan berat dari United Democratic Party yang beraliran liberal (kiri tengah).
-Democratic Republican Party (1963) Democratic Justice Party (1980)  Democratic Liberal Party (1993) New Korea Party (1995) NKP + Democratic Party + partai konservatif kecil = GNP (21 November 1997)
2004 : kasus impeachment presiden Roh Myung Hun
-Saat ini, GNP merupakan partai dengan kursi mayoritas di parlemen setelah memenangkan pemilihan pada tanggal 9 April 2008.

Faktor-Faktor Kemenangan GNP Pada Pemilu 2008 Korea Selatan

-Ketokohan dan Latar Belakang Pengalaman Ekonomi Lee Myung-Bak
-Isu Kampanye Partai : Ekonomi
-Isu Kampanye Partai : Perubahan Kebijakan Unifikasi

Latar Belakang Presiden Lee

Lee Myung-bak

Perolehan suara pemilu 2007 sebesar 48,7%. Chung Dong-Young (oposisinya dari United New Democrat hanya memperoleh 26,2% suara)
Karir : 30 tahun bekerja di Hyundai.
Latar belakang sebagai pebisnis menyebabkan ia dekat dengan kalangan pengusaha.

Ketokohan dan Latar Belakang Pengalaman Ekonomi Lee Myung-Bak

Pada usia 37, ia menjadi chief executive termuda di perusahaan Hyundai
Lee mendapat julukan The Bulldozer
Lee menjadi walikota Seoul sebelumnya pada tahun 2002 hingga 2006
Besarnya perhatian Lee terhadap lingkungan membuat ia dianugerahi gelar Pahlawan Lingkungan dari majalah Time edisi Oktober 2007

Isu Kampanye Partai : Ekonomi
Lee menjanjikan program ramah bisnis untuk merangsang perekonomian dengan mencabut undang-undang yang menghambat chaebol
Kampanye itu selaras dengan keprihatinan para pemilih tentang tingginya angka pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat

Isu Kampanye Partai : Perubahan Kebijakan Unifikasi
Lee berjanji untuk bersikap lebih tegas
Lee menyatakan tidak akan melaksanakan Unifikasi jika program nuklir korea utara tidak dihentikan
Lee berjanji akan memberikan bantuan yang cukup menjanjikan dan disertai penanaman modal apabila tetangga di utara mau menghentikan program senjata nuklirnya

Evaluasi Kepemimpinan GNP

Visi 747 :
– Pertumbuhan ekonomi 7% per tahun
– Pendapatan perkapita 40.000 US$
– Kekuatan ekonomi ke-7 dunia
Fokus pada Ekonomi :
Mengatasi kelesuan ekonomi Korea Selatan
Mencabut undang-undang dunia usaha yang melarang perusahaan besar mempunyai bank sendiri.

Proyeksi Kepemimpinan Lee Myung Bak
Kebijakan yang diambil dipengaruhi oleh ideologi konservatif GNP.
Fokus pada perekonomian dan pasar bebas
Pro-Amerika
Kesepakatan Reunifikasi dengan Korea Utara sulit dicapai.

Kesimpulan
Pada pemilu tahun 2008, GNP keluar sebagai pemenang dan Lee Myung Bak sebagai Presiden Korea Selatan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari beberapa faktor, antara lain : Ketokohan dan latar belakang Lee, pengangkatan isu ekonomi serta kebijakan tentang reunifikasi Korea Utara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s