AKU INGIN ANAK LELAKIKU MENIRUMU…YA RASUL……

ini buku cuplikan sepintas dari buku NENO WARISMAN, semoga bermanfaat………….

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: “Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”

Suamiku menjawab: “Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.”

Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.

Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku: “Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”

Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus
itu.”
Continue reading “AKU INGIN ANAK LELAKIKU MENIRUMU…YA RASUL……”

Advertisements

LAPORAN PRAKTIKUM TEKHNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan Peternakan di Indonesia di Nusa Tenggara Barat kian menunjukkan peningkatannya, terbukti dengan adanya program Pemerintah NTB BSS (Bumi Sejuta Sapi) sebagai upaya pemerintah untuk menjadikan NTB sebagai lumbung ternak, tidak hanya kaya akan komoditas sapi, tetapi juga kaya dengan komoditas ternak lainnya, program ini diharapkan bisa berhasil dengan melihat potensi NTB yang memiliki lahan pertanian dan peternakan yang masih luas.
Sebagai salah satu upaya mendorong majunya peternakan, Inseminasi Buatan atau kawin suntik telah diakui sebagai suatu cara atau sarana yang sangat kuat untuk menyebarkan jasa geneti di dalam suatu populasi ternak.
Problemantika umum usaha peternakan di negara-negara tropis seperti di Indonesia adalah faktor suhu lingkungan dan kelembapan udara yang cukup tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi pada tubuh ternak. Lingkungan yang relatif panas menyebabkan sebagian ternak akan enggan makan sehingga secara kuantitas asupan zat makanan nutrient yang masuk dalam tubuh juga kurang. Padahal, asupan ini berperan penting untuk menckupi kebutuhan pokok, perrkembangan tubuh dan untuk kebutuhan berproduksi.
Continue reading “LAPORAN PRAKTIKUM TEKHNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH”

Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Informasi dan Persetujuan ( Informed Consent ) Bagi Pasien

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pelayanan kesehatan merupakan suatu hubungan hukum antara pasien dan dokter. Hubungan tersebut yang menimbulkan pasien sepenuhnya percaya terhadap nasehat dan pengobatan yang dilakukan dokter. Menurut seran, hubungan dokter dan pasien merupakan suatu hubungan yang didasarkan pada transaksi terapeutikyang sifatnya unik. Keunikan dari hubungan tersebut yakni bahwa disamping hukum, unsur kepercayaan menjadi landasan terciptanya upaya penyembuhan oleh dokter terhadap pasien, sehingga melibatkan aspek etis dan moral.
Dengan keadaan pasien yang percaya sepenuhnya terhadap pelayan medis (dokter), membuat pasien berada dalam ketidakmampuan untuk menilai secara objektif mengenai peran dan kewajiban dokter sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan kedokteran dan keahlian di dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Bukan saja hal tersebut, pengaruh mengenai semakin majunya alat-alat kesehatan seperti peralatan diagnose dan terapeutik menyebabkan tidak diperlukannya penanganan langsung oleh dokter. Karena pelayan medis (dokter) mempercayakan sepenuhnya kepada peralatan tersebut sehingga dokter terkesan lalai dalam menjalankan tugasnya.
Realita di lapangan, memang peralatan maju dapat mengetahui (diagnose) sampai pada batasan yang tidak dibayangkan oleh manusia. Kendati demikian alat-alat tersebut tidak mampu menyelesaikan problema pasien, bahkan alat tersebut membuat efek samping bagi pasien seperti cacat total, bahkan sampai kematian.
Hal ini mengharuskan pelayan medis (dokter) harus menjalankan tugasnya dengan baik, bukan hanya mengandalkan alat-alat kesehatan. Karena diagnosis (penentuan penyakit) merupakan suatu seni tersendiri yang memerlukan imajinasi dalam mendengarkan keluhan-keluhan yang disampaikan pasien dan memerlukan pengamatan yang intensif.
Dengan adanya diagnosis, pelayan medis (dokter) berkewajiban untuk menyampaikan informasi-informasi dan selanjutnya pasien menyampaikan informasi-informasi dan selanjutnya pasien menyampaikan kehendaknya untuk menyetujui atau menolak tindakan medis tersebut. Hal ini dibutuhkan persetujuan yang harus dipahami oleh pasien, karena kebanyakan pasien awam tentang informed consent. Dan adapun pelayan medis (dokter) enggan untuk menyampaikan informasi-informasi yang seharusnya menjadi kewajibannya.
Continue reading “Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Informasi dan Persetujuan ( Informed Consent ) Bagi Pasien”

RESUME ARBITRASE dan ADR

1. Dasar hukum
Adanya hukum-hukum lain bukan yang dibuat oleh negara, misalnya: hukum adat dan kebiasaan. Sesuai dengan amandemen UUD 1945 pasal 18b ayat 2. Para pihak dapat menggunakan hukum manapun yang dibuat oleh negara sesuai dengan kesepakatan.

2. Sumber Hukum Arbitrase dan ADR
– Sumber Material yaitu sumber dalam arti bahan dibuatnya atau diciptakannya suatu norma hukum,sumber dalam arti bahan ini meliputi sumber, filosofis,sosiologis,histories maupun sumber yuridis.
Continue reading “RESUME ARBITRASE dan ADR”