RESUME ARBITRASE dan ADR

1. Dasar hukum
Adanya hukum-hukum lain bukan yang dibuat oleh negara, misalnya: hukum adat dan kebiasaan. Sesuai dengan amandemen UUD 1945 pasal 18b ayat 2. Para pihak dapat menggunakan hukum manapun yang dibuat oleh negara sesuai dengan kesepakatan.

2. Sumber Hukum Arbitrase dan ADR
– Sumber Material yaitu sumber dalam arti bahan dibuatnya atau diciptakannya suatu norma hukum,sumber dalam arti bahan ini meliputi sumber, filosofis,sosiologis,histories maupun sumber yuridis.

– Sumber formal yaitu sumber dalam arti sumber tempat ditemukannya hukum atau tempat digalinya norma hukum sebagai satu dasar yuridis adanya satu peristiwa hukum tertentu baik yang tertulis maupun tidak tertulis:
Sumber Tertulis
1. Undang-undang No.30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan ADR.
2. Undang-undang No. 4 tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman ( d/h Undang-undang No 14 tahun 1970 Jo. Undang-undang No.35 Tahun 1999 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman).
3. Undang-undang No.5 Tahun 1968 Tentang Ratifikasi atas World Bank Convention;
4. Keputusan Presiden No.34 tahun 1981 Tentang ratifikasi Konvensi New York 1958;
5. Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 1990 Tentang Pelaksanaan Putusan Arbitrase Luar Negeri.
6. SEMA MA RI No. 1 Th 2008 tentang mediasi

Sumber Tidak tertulis
– Yurisprudensi (ilmu hukum);
– Konvensi-konvensi Internasional;
– Kebiasaan dalam Praktek;
– Doktrin atau ilmu pengetahuan;
– Perjanjian / klausula arbitrase para pihak

Penyelesaian Sengketa
1.Pengertian
Arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa(Pasal 1 Undang-Undang No.30 Tahun 1999).
Para pihak adalah subyek hukum,baik menurut hukum perdata maupun hukum publik.
Perjanjian arbitrase adalah suatu kesepakatan berupa klausula arbitrase yang tercantum dalam suatu perjanjian tertulis yang dibuat para pihak sebelum timbul sengketa,atau suatu perjanjian arbitrase tersendiri yang dibuat para pihak setelah timbul sengketa.
ADR adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui prosedur yang disepakati para pihak,yakni penyelesaian di luar pengadilan dengan cara konsultasi,negosiasi,mediasi,konsiliasi,atau penilaian ahli

Penyelesaian Sengketa Pada Umumnya
Dilihat dari lembaga yang mempunyai kewenangan
– Lembaga Peradilan Umum —— yaitu penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan negara dengan cara berlitigasi di pengadilan negeri yang berupa pengajuan gugatan atau permohonan.
– Lembaga di luar Pengadilan ——- yaitu penyelesaian sengketa yang dilakukan di luar peradilan umum yang dipilih dan ditentukan sendiri oleh para pihak berdasarkan perjanjian dan itikad baik melalui alternative penyelesaian sengketa dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di pengadilan negeri ( ADR).
Dilihat dari Sifat Penyelesaian Sengketanya
– Penyelesaian yang bersifat Yudisial yaitu proses penyelesaian sengketa yang dirumuskan dan diputuskan oleh pihak ketiga dalam forum yang berbentuk tribunal,baik melalui lembaga arbitrase maupun lembaga peradilan umum(judicial settlement) yang putusannya mempunyai kekuatan mengikat dan bersifat memaksa.
-Penyelesaian yang bersifat Non Yudisial yaitu proses penyelesaian sengketa yang dilakukan di luar lembaga peradilan umum,baik yang dilakukan sendiri oleh para pihak maupun dengan menggunakan jasa pihak ketiga,putusan ditentukan oleh para pihak sendiri dan mempunyai kekuatan mengikat berdasarkan itikad baik(Konsultasi,negosiasi,mediasi,konsiliasi,penilaian ahli).

Alternatif Penyelesaian sengketa ( Alternative Disipute Resolution)
Penyelesaian Sengketa Melalui Negosiasi
– Negosiasi merupakan metode dalam proses penyelesaian sengketa yang bersifat non yudisial
– negosiasi merupakan hubungan tawar menawar di antara para pihak yang bersengketa dalam satu jalinan hubungan yang bersifat suka rela dan sementara untuk saling menjelaskan posisi,kebutuhan dan kepentingan masing-masing serta melakukan pertukaran sumber-sumber daya khusus atau perjanjian yang dapat menyelesaikan sebagian sengketa atau keseluruhan sengketa.

Prinsip-Prinsip Dasar dalam Melakukan Negosiasi
o Dalam bernegosiasi harus mempunyai tujuan yang sudah ditentukan secara jelas mengenai setiap hal yang akan dicapai melalui tawar menawar;
o Dalam bernegosiasi tidak boleh berlaku gegabah dan tergesa-gesa;
o Kalau ada keraguan lakukan pertemuan konsultasi terlebih dahulu dengan anggota;
o Terapkan dan pertahankan flesibilitas dalam bernegosiasi;
o Cari motivator yang dapat diterima pihak lawan;
o Hindari kemacetan,kembangkan pendekatan lainnya baru diarahkan kembali kehal semula dan bangun momentum untuk mencapai kesepakatan;
o Hargai pentingnya menyelamatkan harga diri pihak lawan; artinya menjaga martabat orang lain
o Dalam bernegosiasi harus memiliki pemikiran yang komprehensif dalam setiap langkah pembicaraan;
o Negosiasi merupakan proses untuk memperoleh kompromi dalam menyelesaikan sengketa;
o Pertimbangkan dampak setiap negosiasi pada masa depan.

Proses dan Tahapan Negosiasi
Tahap Sebelum Negosiasi Dimulai
– Perlunya pencermatan tentang pokok persoalan apa yang cenderung timbul dalam konteks kerja secara umum yang memerlukan negosiasi;
– Pastikan siapa-siapa pihak yang terlibat dalam proses negosiasi;
– Pastikan perlu tidak adanya negosiasi dalam sengketa yang terjadi;
– Pastikan bagaimana kualitas hubungan di antara pihak-pihak yang bersengketa.
Tahap Berlangsungnya Proses negosiasi
-Menetapkan persoalan pokok yang menjadi obyek sengketa dari para pihak;
-Menetapkan posisi dan kedudukan para pihak dalam perundingan;
-Penyampaian argumentasi yang sistematis dan rasional dapat diterima oleh semua pihak;
-Menyelidiki kemungkinan yang timbul dari argumentasi yang dikemukakan;
-Menetapkan proposal penawaran alternative penyelesaian sengketa pada pihak lawan;
-Menetapkan dan menandatangani persetujuan sebagai hasil negosiasi.
Tahap Setelah Negosiasi Disimpulkan
o Masukkan program pelaksanaan ke dalam persetujuan yang telah disepakati bersama;
o Bentuk tim bersama untuk meninjau pelaksanaan persetujuan;
o Pastikan informasi dan penjelasan yang dapat difahami oleh semua pihak.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jalannya Negosiasi (Garry Goodpaster dalam bukunya Joni Emirzon,2001: 55):
– Kekuatan Tawar Menawar dari para pihak yang bersengketa
– Pola Tawar Menawar yang Dikembangkan Oleh Para Pihak
– Strategi dalam tawar-menawar dipakai oleh para pihak.
Strategi dan Teknik Bernegosiasi
Menurut Garry Goodpaster dalam bukunya Joni Emirzon(2001:57) ada tiga strategi dan teknik untuk bernegosiasi :
1. Strategi dan teknik bersaing (competing);
2. Strategi dan teknik untuk berkompromi (Compromising);
3. Strategi dan teknik pemecahan masalah (Problem Solving).
James G Patterson dalam bukunya How to Become a Better Negotiator sebagaimana dukutip oleh Joni Emirzon(2001,57-59),menjelaskan ada lima strategi dalam melakukan negosiasi,yaitu ;
-Withdrawall/Avoidance
yaitu strategi menghindar atau melarikan diri dari persoalan yang sedang dihadapi,strategi ini dapat digunakan dalam hal :
– apabila permasalahan sederhana;
– bila pihak-pihak yamg terlibat dalam konflik tidak mampu memberikan tawaran win-win solution;
– bila potensi kekalahan dalam konflik berat(berdasarkan analisis cost benefit);
– bila tidak cukup waktu untuk menyelesaikan konflik
-Smoothing /Accommodation
strategi ini merupakan strategi negosiasi untuk menyelesaikan konflik dengan menjaga agar setiap orang merasa senang ,dengan mengakomodasi kepentingan-kepentingan bersama yang lebih komprehensip.
-Compromise
strategi ini merupakan strategi penyelesaian sengketa yang lebih mengedepankan penyelesaian sengketa untuk menemukan solusi bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak ,para pihak mempunyai kesempatan yang berimbang dalam menyampaikan pendapatnya.
-Force/competition
strategi ini menempatkan kedudukan dari para pihak saling berhadap-hadapan sebagai lawan untuk mempertahankan hak yang bersifat menang- kalah (win- lose).
-Problem solving
strategi ini menempatkan keterbukaan dan kejujuran dari para pihak untuk secara bersama-sama menemukan penyelesaian secara adil melalui konsensus-konsensus yang mereka bangun bersama.

Negosiasi merupakan proses penyelesaian sengketa atau beda pendapat yang dilakukan sendiri oleh para pihak dengan cara-caranya sendiri tanpa melibatkan pihak lain,upaya yang dilakukan merupakan upaya perdamaian oleh karena itu putusan yang dihasilkan dari upaya damai ini bersifat mengikat dengan itikad baik—– berlaku asas pacta sunt servanda.

Dalam Undang-undang No.30 tahun 1999 penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui alternatif penyelesaian sengketa yang dilakukan dengan cara pertemuan langsung oleh para pihak( negosiasi) diberikan kerangka waktu paling lama 14 hari dan hasilkan dituangkan dalam bentuk kesepakatan tertulis (perjanjian damai) Pasal 6 ayat (2).

Dalam hal penyelesaian secara negosiasi tidak dapat diselesaikan,maka atas kesepakatan tertulis para,sengketa atau beda pendapat diselesaikan melalui bantuan seorang atau lebih penasehat ahli atau seorang mediator (Pasal 6 ayat (3))

Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi

Pengertian Mediasi
Mediasi adalah merupakan forum penyelesaian sengketa melalui proses negosiasi atau perundingan yang melibatkan pihak ketiga yang netral dan dapat diterima oleh para pihak yang bersengketa. Mediator secara prosedural mempunyai peran untuk membantu para pihak dengan cara membuat saran-saran prosedural mengenai cara-cara penyelesaian sengketa secara damai.
Seorang mediator harus mempunyai wawasan dan kesetiaan pada prinsip-prinsip keadilan yang luas,kesamaan dan kesukarelaan untuk ditanamkan dalam pertukaran negosiasi di antara para pihak.
Sifat putusan hasil mediasi adalah final dan mengikat dengan itikad baik bagi para pihak.
Kerangka waktu Mediasi
-Dalam waktu 30 hari sejak mediasi dimulai harus tercapai kesepakatan dalam bentuk tertulis yang ditandatangani oleh semua pihak (Pasal 6 ayat (7) UU No.30/1999)
-Putusan/kesepakatan hasil mediasi wajib didaftarkan dipengadilan negeri dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak penandatangan (Pasal 6 ayat (8) UU No.30 /1999). Kewajiban pendaftaran ini merupakan wajib yang sifatnya fakultatif oleh karena pelanggaran atas kewajiban tidak memiliki implikasi hukum apa-apa terhadap hasil kesepakatan.
-Dalam waktu paling lama 30 hari sejak pendaftaran,kesepakatan wajib selesai dilaksanakan oleh para pihak.

Unsur-unsur mediasi
> penyelesaian sengketa dilakukan sendiri oleh para pihak;
> dengan bantuan seorang atau lebih mediator yang netral;
> berdasarkan perjanjian tertulis;
> putusan diambil oleh para pihak sendiri secara konsensus;
> putusan yang dihasilkan bersifat mengikat dengan itikad baik;
> putusan dituangkan dalam bentuk tertulis(Perjanjian damai)
Tujuan Mediasi
> Menghasilkan suatu rencana (kesepakatan) kedepan yang dapat diterima dan dijalankan oleh para pihak yang bersengketa;
> mempersiapkan para pihak yang bersengketa untuk menerima konsekuensi dari hasil mediasi yang mereka sepakati;
> mengurangi ketegangan dan konflik antara para pihak yang bersengketa dengan cara membantu mengatasi kendala psikologis dan teknis untuk menyelesaikan sengketa secara konsensus.
Tugas mediator sebagai pihak ketiga yang netral adalah membantu para pihak dalam menyelesaikan sengketa,oleh karena itu mediator dapat bertindak sebagai :
> Katasilator, untuk mendorong penyelesaian sengketa yang kondusif diantara para pihak yang bersengketa
> Pendidik , mediator harus memahami kehendak,keinginan dan aspirasi dari semua pihak yang bersengketa.
> Nara sumber, mediator adalah tempat para pihak untuk bertanya tentang sengketa yang mereka hadapi,sebagai pihak pemberi saran dan sumber informasi yang dibutuhkan oleh para pihak.
> Penyampai pesan, mediator juga berperan sebagai penyampai pesan dari para pihak untk dikomunikasikan pada pihak lainnya,oleh karena itu seorang mediator juga harus mampu membuka jalur komunikasi dengan para pihak yang bersengketa.
> Pemimpin, mediator juga harus mampu mengambil inisiatif untuk mendorong agar proses perundingan dapat berjalan secara prosedural sesuai dengan kerangka waktu yang sudah dirancang.
Tahapan Mediasi
1. Tahap Pendahuluan
2. Tahap Presentasi dari para pihak
3. Tahap identifikasi masalah
4. Tahap mengidentifikasi dan mengurutkan permasalahan
5. Tahap negosiasi dan pembuatan keputusan

Konsiliasi
Tahapan Konsiliasi :
1. Tahap pertemuan langsung dari para pihak
2. Berdasarkan kesepakatan para pihak dapat menghubungi lembaga arbitrase atau lembaga alternatif untuk menunjuk seorang mediator ( konselor)
3. Mediator ( konselor) bersifat aktif memberikan penawaran alternatif penyelesaian
4. Dalam waktu 7 hari usaha mediasi / konsiliasi harus sudah dimulai
5. Paling lama 30 hari harus sudah dicapai kesepakatan dalam bentuktertulis
6. Putusan bersifat final dengan etikad baik
7. Paling lama 30 hari sejak penandatanganan kesepakatan wajib didaftarkan ke Pengadilan Negeri

Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase
> Arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar pengadilan umum yang didasarkan perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh pihak yang bersengketa
> Perjanjian arbitrase adalah suatu kesepakatan berupa klausula arbitrase yang tercantum dalam suatu perjanjian tertulis yang dibuat para pihak sebelum timbul sengketa,atau suatu perjanjian arbitrase tersendiri yang dibuat para pihak setelah timbul sengketa.
Dasar Hukum Arbitrase
> Undang-Undang No.30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Pilihan Penyelesaian Sengketa
> Undang-Undang No.4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman
> Keputusan Presiden No.34 Tahun 1981 Tentang Pengakuan Konvensi New York 1958 tentang Pengakuan Putusan Arbitrase Asing
> Undang Undang No.5 Tahun 1968 Tentang Ratifikasi World Bank Covention
> Peraturan Mahkamah Agung No 1 Tahun 1990 Tentang Pelaksanaan Putusan Arbitrase Luar Negeri
> Perjanjian / klausula arbitrase dari para pihak

2 thoughts on “RESUME ARBITRASE dan ADR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s