Jum’at Kelabu Bagiku -tesis Part 1

Tak… Tik… Tuk…

bunyi jam dinding yang terletak pada sebelah barat pada ruangan yang berukuran 6×8 m. Jam tersebut memecah kesunyian ruangan, tepat jarum panjang angka 12 tetapi orang yang aku tunggu tidak kunjung datang juga. Saat itu, aku cuman mengobrol dengan laki-laki paruh baya yang memperkenalkan dirinya sebagai bapak suwondo, panggilannya pak wondo. Berbicara dengan Pak wondo membuatku lupa waktu, tidak menghiraukan entah lebih berapa menit jam yang ada pada ruangan tersebut. Pak Suwondo yang berpenampilan sederhana ini telah mengabdi kepada UGM selama 32 Tahun. Subhanallah, lebih dari umurku saat ini. Beliau menceritakan banyak hal, terkait anaknya yang semuanya kuliah di UGM, cerita mengenai kondisi Indonesia, hingga menanyakan kepadaku masalah memilih presiden.

Aku bingung aku dianggap sebagai kawan atau anak, tapi mendengarkan cerita beliau aku menganggap beliau sudah cukup banyak makan garam. Entah apa yang menjadi landasan Pak Suwondo mengatakan bahwa karakter orang jawa, bali dan lombok itu sama. “Pokoknya jangan Sumatera aja, gak sukaorang yang dari Sumatera dan Sulawesi”, papar beliau. Begitu sudah merembet membahas masalah suku, sedikit demi sedikit aku beri penjelasan bahwa semua sama saja. Aku jelaskan bahwa orang Sumatera juga memiliki beberapa figur penegak hukum yang bagus, seperti Bismar Siregar, yang terkenal jujur.

Begitu asyiknya mengobrol tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan seketika itu juga memecahkan kehangatan ruangan itu dan pandangan kami berdua tertuju pada orang dibalik pintu.

Yah, sosok wanita paruh baya berjalan masuk, langkahnya agak tergopoh-gopoh. Namanya Bu Hartini, dan menyapaku, “Bagaimana keadaannya mas, sehat kan?”, “Alhamdulillah bu”, sahutku. Saat itu juga beliau berjalan menuju meja kerjanya dan seketika aku izin kepada Pak Wondo.

Tubuh kecilku segera berpindah ke hadapan Bu Hartini, Kakiku yang terbungkus sepatu pantofel pemberian kakak segera mengayun lambat tapi pasti hingga posisiku berada tepat di depan beliau. Aku tarik kursi itu menjorok keluar agar kakiku dapat masuk ke dalam sela-sela antara meja dan kursi.

aku duduk dan terdiam sejenak, sembari mengeluarkan pena dan buku dari tas perjuanganku selama di yogyakarta.

Beliau memulai percakapan, beberapa nasehat dan petuah mulai terlontar dari bibir beliau. Aku tertunduk, dan sesekali menjawab pertanyaan dengan apa adanya.

Pertemuan pertama dengan Bu Hartini adalah sejak mulai kuliah perdana, beliau saat itu matrikulasi untuk mata kuliah teori hukum, politik hukum, dan sosiologi hukum pada program Magister Ilmu Hukum UGM. Beberapa mahasiswa S3 yang ikut matrikulasi juga yakni Pak Yamin, seorang dosen dari Universias Pancasila, serta Mbak Bunga, dahulu sebagai alumni Fisipol UGM.

Tidak terasa, sudah 30 menit terlewatkan, beliau masih saja memberikan petuahnya. Mungkin ini kata-kata terakhir ungkapku dalam hati.

Ya, benar saja. Kata-kata penutup yang menyakitkan buatku, sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagiku untuk bangkit. Sejak beberapa tahun mengalami keterpurukan, tetapi nasibku tetap mulus saja. Entah apa yang membuatnya seperti itu, tapi aku yakin pasti doa ibuku di rumah yang membuat aku terpuruk tapi tidak sampai terpeleset apalagi sampai terjatuh.

“Mas, Tesis anda mengenai permasalahan pertama sudah ada bukunya, bukunya terbit tahun 2014 ini”, ujar Bu Hartini.

aku tertunduk sejenak dan seketika itu juga emosiku tidak bisa dikendalikan, mau nangis, bersalah, atau kecewa. Entah apa yang aku rasakan saat itu.

Otakku sibuk mencari hal-hal lain yang berkaitan dengan tesisku, otakku isinya tentang tesis. Kalau ada hal yang tidak benar tentang tesis pasti langsung konsleting.

aku menjawab, “masa bu? malah saya tidak tahu bukunya, kalau boleh saya tahu judul bukunya apa? dan penulisnya juga?” tanyaku pada beliau sembari bersiap menggoreskan pena pada sebuah buku.

Beliau menjawab, “saya lupa bukunya, judul dan pengarangnya. Pokoknya anda bisa mencarinya di Social Agency, Penulisnya saat ini sedang S3 di Bandung”

 

aku sempat kecewa dengan jawaban itu, tapi tidak masalah. Tidak boleh terlalu lama dalam kekecewaan, harus terus berjuang gumamku dalam hati.

Hari itu juga aku pergi ke Social Agency, tidak ada tidur siang untuk hari ini. Harus selesai dan clear permasalahannya sekarang.

 

Aku pamit kepada Pak Wondo dan Bu hartini….

Langkahku sedikit tanpa arah, sedikit bimbang bagai perahu tanpa rasi bintang di malam hari.

                                                         ———————-

Sepanjang perjalanan pulang aku pasang earphone dan menyetel lagu dari John Mayer-Belief. Siang itu tidak aku rasakan sebagai panas yang menyengat, aku tetap berjalan menuju kosku yang kira-kira 800 m dari kampus.

Jum’at, 21 Februari 2014. pukul 16.08 WIB

John Mayer –Belief

 

Is there anyone who

ever remembers changing there mind from

The paint on a sign?

Is there anyone who really recalls

Ever breaking rank at all

for something someone yelled real

loud one time

everyone believes

in how they think it ough to be

Everyone believes

and they’re not going easily

 

Belief is a beautiful armor

but makes for the heaviest sword

like punching under water

you never can hit who you’re trying for

some need the exhibition

and some have to know they tried

it’s the chemical weapon

for the was that’s raging on inside

 

everyone believes

from emptiness to everything

everyone believes

and no ones going quietly

 

we’re never gonna win the world

we’re never gonna stop the war

we’re never gonna beat this

if belief is what we’re fighting for

 

what puts a hundred thousand children in the sand

belief can

belief can

 

what puts the folded flag inside his mothers hand

belief can

belief can

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s