Bangun Indonesia

Ketika masalah keadilan menjadi hal sensitif yang dijadikan isu oleh media-media di Indonesia. Ibarat seorang model, hukum selalu menjadi sorotan nomor satu di republik yang mengatasnamakan hukum sebagai landasan dalam berpijak dalam setiap tindakan baik ekonomi, politik, keamanan, dan lain sebagainya.

Saya berharap hukum tidak hanya sekedar menjadi sorotan saja akan tetapi haruslah bisa menjawab problema tersebut agar kelak hukum Indonesia menjadi lebih baik. Tidak sedikit juga orang yang paham kelemahan hukum negeri ini memainkan peran untuk mengobok-obok kondisi bangsa. Hal ini mungkin saja tidak disadari oleh beberapa masyarakat yang tidak melek hukum. Tetapi bagi yang sudah mendalami hal tersebut tentulah mengetahui hal itu. Maka tentunya kita kembalikan kepada agama bahwa menyerahkan sesuatu berdasarkan keahlian. Ketika kewenangan legislasi dilaksanakan oleh DPR yang tentu saja tidak semuanya paham mengenai konsep negara Indonesia dan negara hukum maka beberapa peraturan perundang-undangan banyak yang ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.
Saya khawatir mengenai kondisi hukum di Indonesia ini, khawatir bukan karena karakteristiknya yang jelek, akan tetapi khawatir dengan wajah-wajah aparat penegak hukum di negeri ini, baik itu jaksa, kepolisian, hakim, dan lain sebagainya. Pola-pola rekrutmen yang masih salah dalam hal memilih jabatan sebagai jaksa agung dan hakim agung memberikan adanya tidak berkembangnya law enforcement di negara ini. Begitu juga mengenai ketidak adilan yang dikatakan hanya tumpul ke atas dan tajam ke bawah memberikan stigma negatif terhadap hukum di Indonesia.

Berjuang atau tidak sama sekali adalah jawaban yang pantas bagi pemerhati hukum di negeri ini. Karena bagaimanapun memperjuangkan hukum untuk tegak adalah hal yang sungguh tidak mungkin tapi keyakinan itu selalu ada. Singapura yang negara kecil saja bisa merubah budaya hukum sehingga maju sampai saat ini, begitu juga malaysia yang begitu mengedepankan hukum Islampun bisa jauh lebih maju daripada Indonesia.
Kekuatan membangun hukum adalah dari bawah, dari gerakan-gerakan kecil. Ingatlah bahwa membangun hukum ibarat membangun rumah. Perlahan, sedikit demi sedikit dan tentunya mempunyai bangunan yang kokoh.

Untuk itulah, ayo bangun hukum Indonesia menjadi lebih baik. Bagi yang butuh bantuan hukum, saya siap membantu terutama masyarakat yang tidak mampu. Tidak ada kata menyerah untuk maju demi Indonesia.

Bagi yang ingin bertanya dan konsultasi masalah hukum dapat menghubungi saya, baik di facebook, email, Twitter, ataupun WhatsApp. Gratis.

@facebook : Fahriza Yusro
@twitter : @fahrizayusro90
Email : fahriza.yh@gmail.com
WhatsApp : 085729866187
Bbm : 7d29301f

Posted from WordPress for Android

Posted in Uncategorized

Demokrasi Untuk Media

Ketika mendapatkan mata kuliah hukum konstitusi yang diajarkan oleh Prof Denny Indrayana, saya menjadi lebih yakin teori yang dibangun oleh beliau. Saat itu beliau dengan terang dan jelas telah mengajarkan hal tersebut tanpa harus disaring-saring seperti yang terdapat di dalam media elektronik ataupun media cetak. Ketika banyak yang menyalahkan SBY sebagai presiden pada tahun lalu karena dianggap lamban, tidak tegas, atau bahkan yang lebih buruk daripada itu, Prof. denny yang selalu berada di samping beliau dan mengetahui sifat dan sikap asli dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahwa kenyataannya bertolak belakang dengan apa yang sudah dicitrakan oleh media massa.

Continue reading “Demokrasi Untuk Media”

Posted in Uncategorized