Penerimaan CPNS, antara ikut ataupun tidak

Dilema bagi seseorang yang lulus perguruan tinggi di Indonesia ketika dihadapkan pada kenyataan masyarakat akan pekerjaan. Tidak sedikitpun dari lulusan sarjana memanfaatkan kuliah hanya untuk mendapatkan pekerjaan, bukan pada mendapatkan ilmu. Mungkin hanya beberapa yang ingin mendapatkan ilmu, karena sebagian berpendapat bahwa pandangan tersebut adalah pandangan skeptis yang dapat dibantah oleh pandangan masyarakat secara umum saat ini yang mengisyaratkan agar tercapainya rumus kehidupan yang abadi, yakin kuliah, kerja dan nikah.


Benturan-Benturan tersebut menjadikan pandangan yang gagah berani bagaikan samurai yang ingin menebas lawan-lawannya kandas karena omongan dan paradigma yang telah berkembang.
“kalaupun mau dihargai ya harus memiliki pekerjaan yang tetap, seperti PNS”, ujar salah seorang temanku.

Aku berfikir sejenak lebih mendalam terkait apa yang diucapkan temanku tersebut. Menjadi PNS di negeri ini merupakan cita-cita Unum, karena doktrinisasi berulang-ulang yang telah dilakukan oleh para orang tua sehingga mindset yang terbentuk adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Saya tidak menyalahkan untuk bekerja sebagai PNS, akan tetapi beberapa orang hanya ingin masuk atau diterima saja tetapi tidak memikirkan “apa yang akan dilakukan sebagai abdi negara?”, beberapa kasus seperti jam kantor yang seharusnya digunakan untuk bekerja akan tetapi beberapa oknum memanfaatkan untuk ke pasar, mall, ataupun di rumah.

Pola-pola seperti itu senantiasa tidak memberikan pelajaran yang baik. Ketika sebelum menjadi PNS, mati-matian untuk belajar agar mendapatkan NIP, sedangkan niat awal tidak dibangun dengan baik sehingga yang terjadi adalah proses dan outputnya salah.

Kerja apapun itu, Kalau dilandaskan dengan niat yang baik maka pekerjaan tersebut bernilai ibadah. Merombak dan membangun niat ke arah positif merupakan hal yang sulit untuk dilakukan karena niat hanya diketahui oleh empunya niat itu serta Alloh yang selalu mengawasi.

Akhir kata dari tulisan saya ini dengan rasa hormat untuk tidak menyinggung siapapun, hanya ingin menuangkan gagasan saya ketika di bangku kuliah telah diajarkan konsep-konsep, maka setelah memasuki dunia kerja, konsep tersebut harus dituangkan dan menjadi pewarna agar Negara ini menjadi lebih baik.

Perjuangan tersebut memang tidaklah mudah, untuk itu mantapkan hari dan pikiran untuk selalu berbakti pada bangsa ini. Kalaupun sesudah berbakti Kita diberikan penghargaan maka jadikan penghargaan tersebut sebagai rasa syukur yang menyeimbangkan sendi-sendi kehidupan.

Saatnya bangun negeri.

FYH
Solo, 24 agustus 2014.

Posted from WordPress for Android

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s